Skip to main content

Editor's Life / Panduan Menikmati Buku Suka-Suka Teppy

         
Kali ini saya (sebagai editor) akan berbagi hal-hal yang sebaiknya kamu lakukan setelah bertemu dengan buku Suka-Suka Teppy karya Stephany "Teppy" Josephine. Bukannya sok ngatur, ini cuma saran supaya pengalaman membacamu mempunyai makna yang lebih dalam dan kesan yang bertahan lebih lama. Seperti layaknya film yang sering diulas Teppy, buku ini juga nggak selalu ngasih paparan jawaban yang datar atau terlalu mulia, tapi ada naik turun emosinya. Ada twist segala rupa jadi bisa dibahas panjang lebar, bahkan setelah kamu menutup bukunya.

Makanya, yuk kita simak langkah-langkahnya!
  1. Kenalan dulu sama Stephany Josephine, atau yang biasa disapa Teppy. Teppy dikenal sebagai blogger dan social media influencer. Artikel yang paling banyak diminati di blognya yaitu, “Movie Review Suka-Suka”, ulasan film dengan gaya penuturan sebebasnya yang didominasi meme dan GIF. Karakter Teppy yang ceplas-ceplos nan jujur bak teman yang udah bareng kamu 10 tahun lamanya ini juga jadi inspirasi gaya bercerita dalam buku ini.            
  2. Put your smartphone down. Nggak perlu ribet pakai ponsel pintarmu untuk nanya ke Teppy. Buku ini sudah berisi kumpulan pertanyaan dari kamu yang sudah mengirimi Teppy e-mail pada akhir tahun lalu, “Hai, kamu! Ada yang kegelisahannya terwakili di buku ini?” Dari ratusan e-mail yang masuk, sekitar 100 pertanyaan yang dimasukkan dalam 18 bagian, dari tema pop culture, lifestyle, family, friendship, career, self-love, sampai love yang topik curhat andalan sejuta umat, dikupas tuntas!
  3. Cari tempat membaca senyaman mungkin, dekat dengan aroma kopi … atau mungkin teh hangat? Tahu nggak, kalau tulisan Teppy selama ini banyak dihasilkan di coffee shop? Soalnya hobinya Teppy adalah mencari coffee shop lucu setiap akhir Minggu. Buat menyendiri lama-lama katanya. Maybe you should try ;).
  4. Remember that this book is gonna be your pocket friend! Saat sedih atau bingung atau sekadar lagi butuh teman, kamu bisa menggenggam buku ini dan membolak-balik halamannya untuk menemukan sosok teman seperti Teppy. Kadang bisa bikin kamu kena “omel” sekaligus diingatkan dengan sayangnya, saat ngebaca buku ini.
  5. This is the perfect time to contemplate. Terima kasih untukmu yang sudah menggenggam buku ini. Kalau saat membaca halaman-halamannya, kamu menemukan kesalahan cetak pada hal vi dan 71,  saya dan tim Bentang Pustaka mohon maaf, ya! Kamu bisa mengabaikannya sejenak, sambil kembali menikmati harimu dengan buku ini.
Happy reading!



*artikel ini sebelumnya di-post di bentangpustaka.com
**desain poster oleh Tim Marcomm Bentang Pustaka, ilustrasi oleh Yoelanda Sari

Comments