Skip to main content

Self-Love / On Minimalism

How is my style now?

Practical and simple, though I'm still keeping my odd pants :p







Kalau kamu mengenal atau setidaknya pernah mengobrol dengan saya, pasti menyadari betapa vokalnya saya membahas soal minimalism.Saya bahkan punya sebutan ala-ala untuk minimalism versi saya ini: "Practical Minimalism".

Well, aksi gaya-gayaan yang bagi saya berarti hanya menerapkan minimalism sesuai karakter, kemampuan, dan kebutuhan saya. 

Saya belum punya rumah sendiri, jadi minimalism ini tercermin dari personal style dan ruang tidur yang minimalis dengan barang-barang sedikit barang. Hal yang sedang saya usahakan selanjutnya yaitu, menyederhanakan pola pikir saya yang cenderung ribet ini, God I overthink about almost everything. 

Minimalism saya pilih karena ingin kebahagiaan saya yang tidak terpatok pada inventaris kebendaan. Walau dalam kenyataannya saya masih jauh dari cap "hemat dan cermat" dalam konsumsi, sih, Namun, sekarang saya puas bisa mengalokasikan anggaran pakaian ke hal-hal yang bentuknya pengalaman (dan skin care, haha). 

Dengan mempraktikkan gaya hidup ini, saya yakin ini bukan tentang menjadi lebih baik dari yang lain. Terlepas apakah kamu merasa minimalist style cocok atau tidaknya buatmu—hey, para maximalist yang bisa hidup tenang dikelilingi banyak benda memancarkan kegembiraan, and that's okay, too—semoga pesan baik tentang memprioritaskan hal yang kamu sukai ini bisa lebih menyebar lagi. Bagi saya. ini terkait dengan saya yang ternyata cocok dengan prinsip ini. Hingga lebih dari setahun saya mempraktikkan ini, saya kini merasa bisa secara bertahap mengurangi  stress, rasa iri, dan selalu merasa kurang.

Terdengar omong kosong ya? Hahaha. Biar lah. Mana tau kalau tak mencoba.


So if you wanted to try minimalism, where should you start? I'd encourage you to read these following books and blogs:

Comments