Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2017

Useful Apps / Headspace

Event / Daluang Clutch Bag Making x Brother Indonesia

Semakin sering ikutan segala bentuk workshop, saya semakin sadar kalau saya bukan orang yang naturally gifted atau langsung jago saat melakukan sesuatu pada kali pertama. Lah, seperti layaknya orang, kan? So why are you make that such a big deal, my dear self? Hahaha, ya nggak apa-apa, dengan menyadari hal itu ada kalanya bisa bikin saya lebih rendah hati. Well, nggak ada yang bisa disombongin juga, sih :p

Sabtu lalu (4/2), saya berkesempatan ikut dalam sebuah rangkaian workshop yang digagas oleh Kriya Indonesia didukung oleh Brother Indonesia dan Pesona Jogja Homestay. Harus saya akui acara ini melebihi ekspektasi saya. Saya yang sudah melihat poster acara ini sempat berpikir acara ini bentuknya bakal seperti demo membuat clutch bag, diselingi dengan penjelasan mengenai daluang itu sendiri. Ternyata, workshop ini beneran workshop, yang sangat mengharuskan semua pesertanya turun tangan, pegang langsung, hands on. Panik dong saya, panikkk. Kan saya nggak bisa jahit sama sekali, terakh…

Editor's Life / The Messenger

Bekerja di dunia penerbitan membuat saya sangat sering mendengar ungkapan, ”Kalau penulis itu raja, maka editor adalah dewa.” It makes so much sense for me. Dalam kondisi tertentu, setiap penulis harus menghormati pendapat editornya, begitu juga sebaliknya, demi kebaikan bersama.

Ok, editor dewa, penulis adalah raja ya, got it.

Nah. Kalau saya, mungkin lebih memilih analogi editor sebagai “Perantara”. Bukan karena gimana-gimana, saya lebih nyaman saja merasa di posisi itu, posisi perantara penulis untuk menyebarkan gagasannya dalam medium buku. Perantara perasaan pembaca, sedekat mungkin supaya bisa klop dengan apa yang disampaikan penulis. Mana jadi “dewa” kesannya berat, luhung, ah saya belum sampai di posisi itu, masih jauh kalau harus menengok editor senior seperti Mba Mirna Yulistianty (editor senior Gramedia), Mba Windy Ariestanty (mantan CEO Gagas Media, editor senior), atau Mas Imam Risdiyanto (editor senior Bentang, pemred saya sendiri).

Dengan menjadi “perantara” tadi, say…