Skip to main content

Everything Else / Flock Project Vol. 1




Saya selalu punya ketertarikan lebih terhadap project kolaborasi yang tidak takut keluar dari pakem. Adalah Flock Project yang baru-baru ini memikat hati, resmi menerbitkan edisi perdananya. Selamat! :)

Tiga fotografer menyumbang masing-masing sebundel berisi gambar-gambar yang menurut mereka sederhana, namun menakjubkan, menghangatkan hati siapapun yang melihatnya. 

Saya suka semangat mereka, project ini merupakan usaha mereka untuk memberi cara pandang alternatif dalam menikmati fotografi patut diapresiasi. Mereka pun pilih mengangkat yang dekat.

Kurniadi Widodo, menyirami kembali ingatannya tentang sang bapak yang sudah sewindu berpulang. Mengenang beliau yang berjarak, sosok yang gemar menyirami halaman penuh bunga dan tanaman di halaman rumah mereka. Mengenang beliau yang coba diingat dengan foto-foto lama dan tuturan ibu, Wid menuliskan hal-hal yang ingin ia sampaikan lewat "Surat untuk Bapak". Tanaman di halaman rumah mereka menjadi objek yang dibawa Mas Wid ke project ini, beserta foto-foto keluarga dan tiga lembar surat ditulis tangan (ya, ditulis tangan) yang menurut saya sangat personal. Mata saya menghangat tiap kali menelusur ulang halaman demi halaman di sana, hangat. Berkaca-kaca mata ini .... Ah Nadia, bilang aja kamu c e n g e n g .

Arif Furqan, mempertanyakan tentang definisi rumah. Bagaimana "rumah" menurutnya sementara ini lebih pantas disebut sense of belonging, sebuah momen atau perasaan di mana kita merasa utuh, hangat, dan lengkap. Rumah bukan lagi bersifat geografis atau fisik. Melalui project ini Furqan berusaha mengungkapkan keterombang-ambingan serta konflik internal yang ia rasa setiap kali proses pergi dan pulang berlangsung. Kadang, untuk merasakan rumah, kita perlu belajar memutar supaya bisa pulang. Disebutnya sebagai "Effusion" atau sebuah fase ketika kita keluar, melebur, dan memancar. Jangan-jangan, sejatinya rumah kita adalah kepergian?

Aji Susanto Anom, memberi kesempatan untuk ikut mengakrabi puisi mistis lewat sebundel berisi gambar burung-burung malam malam hasil pengamatannya sendiri. Hubungannya? Wait a second .... Kegemaran Aji ngalor-ngidul di malam hari (sambil memotret tentunya) suatu kali membawanya mempertanyakan aktivitas sekawanan burung. Sebab keberadaan mereka dikulik dari penduduk sekitar, mengaitkannya dengan fenomena mistis, yang hingga kini menjadi misteri tanpa menghadirkan jawaban yang pasti. Project ini akhirnya menjadi tempat untuk menuangkan pengalaman pribadi sekaligus merangkai puisi-puisi mistis: "They Come For The Flower."

Jika kamu mulai merasa penasaran dan ingin buku ini berada di tanganmu, kirim email ke thisistheflock@gmail.com. Rp180.000,00 adalah harga yang pantas untuk segala hal baik yang akan kamu dapatkan. Lihat saja tulisan di atas, oh I'm so hooked :)



Daaan,  ada sebuah vlog dibuat oleh Anton Ismael tentang buku ini. Kita bisa dengar penjelasan lebih mantap dari para kreator Flock Project Vol. 1 di sini:


 
Courtesy: Kelas Pagi's Youtube channel
 

Behind the scene vlog di atas versi saya (yang kebetulan mampir)



Love & light,
Nadia

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…