Skip to main content

Balanced Living / Klub Buka Puasa Sehat

Sudah lebih dari seminggu berjalan, bulan Ramadhan tahun ini sudah sangat menyenangkan buat saya. Minggu, 12 Juni 2016 lalu, saya dan teman-teman di @learnme.loveme sebuah gerakan berbagi dan belajar kumpul-kumpul sama memasak menu buka puasa yang enaaaak banget, sekaligus sehat tentunya.

Ada tiga resep resmi yang dibuat, semuanya sudah pernah diujicobakan sebelumnya oleh Titha dan Erlin. Seru deh, sore-sore berkumpul di kebun belakang OK Omah Kopi, di Jalan Gondosuli, Yogyakarta. Dimulai dari kebiasaan makan masing-masing berlanjut ke pilihan hidup beberapa teman yang memutuskan jadi vegetarian. Bersama kami, juga bergabung Mahayu, seorang pakar gizi yang berbagi sekelumit tentang kalori dan saran untuk nggak kalap saat berbuka puasa. Waaa, keren ya.

Titha dan Erlin (cewek-cewek bercelemek) sedang dikerubuti fans x)
Dan nggak semua dari kami merupakan vegetarian (saya omnivora, tapi dominan ke sayur dan buah), hari itu kami sengaja membuat sajian yang bertema vegan tanpa produk dairy. Sesekali boleh juga, lama-lama siapa tau bisa jadi kebiasaan baik.

Simak apa saja yang kami buat kala itu, ya:

#1 Energy Bites

Semacam pengganti snack rice-crispy kesukaan yang banyak dijual di toko dan supermarket. Kali ini dibuat versi yang lebih sehat dan rendah gula.

Bahan-bahan:

  • 1 cup kurma
  • 1 cup oat/garnola/muesli
  • pemanis (bisa gula pasir cair, gula palem dicairkan, stevia), sebahagianya
  • bubuk kayu manis, sebahagianya
Cara membuat:
  • Blender kurma dengan sedikit air, sehingga menjadi pasta kurma.
  • Siapkan mangkuk/baskom, campur oat/granola/muesli dengan pasta kurma. Tambahkan pemanis pilihan, bisa juga dicampur dengan selai kacang (diutamakan yang dibuat sendiri, tapi boleh juga kalau beli jadi), dan tambahkan kayu manis. Aduk sampai mencapai tekstur yang pas dan mudah dibentuk, bisa tambahan lagi oat kalau dirasa terlalu lembek.
Bisa ditambahkan selai kacang bila suka.
  • Bentuk sesuai keinginan, kali ini kami membuatnya dalam bentuk bola-bola.
  • Panggang sekitar 5 menit, atau cukup dimasukkan ke dalam kulkas sampai mengeras. Selamat menikmati manisnya hidup :)

#2 Sorghum Tortilla

Bahan-bahan:
  • 2 cup air
  • 2 cup tepung sorgum (bisa dibeli di toko yang menjual bahan-bahan lokal dan organik seperti Sahani dan @pojok.letusee)
  • 2 sendok makan tepung pati ganyong (bisa diganti dengan tepung pati garut, boleh juga maizena)
  • Garam secukupnya
  • Minyak secukupnya
Cara membuat:
  • Ambil tepung sorgum 2 sendok makan, sisihkan.
  • Campur adonan utama (yang sudah dikurangi tadi) bersama pati ganyong dan garam, aduk rata.
  • Rebus air dengan 2 sendok makan tepung sorgum, aduk/kocok hingga mendidih, kecilkan api. Masukkan campuran adonan utama ke dalam air rebusan dan aduk hingga menggumpal dan kalis.
Aduk-aduk sampai kalis!
  • Bagi adonan menjadi 10 bagian dan gulung per bagian menggunakan rolling pin hingga tipis. Tipis sehingga nanti mudah dilipat (tapi lebih tebal dari kulit lumpia).
  • Panaskah adonan tortilla yang sudah ditipiskan tadi di atas api kecil dengan atau tanpa minyak. Angka dari kompor dan sajikan dengan diisi filling* favoritmu.
 *Filling atau bahan untuk mengisi tortilla ini bisa bebas kita kreasikan. Kala itu Erlin dan Titha membuat dua jenis filling, salad sayuran segar (sayuran seperti selada, tomat, wortel diiris tipis-tipis dan diberi dressing olive oil, cuka apel, dan lemon), dan tumis jamur kancing (tumis: jamur, bawang putih, dan bawang bombay, beri: garam, lada hitam, lada putih, basil.)

Filling salad sudah siap, selagi memanaskan tortilla sorgum
Filling jamur yang oh so yummm!

#3 Smoothie Art

Kalau pengunjung blog saya biasanya sering membaca resep smoothie racikan saya, kali ini saya senang banget bisa ketambahan ilmu baru dan styling smoothie ala ala latte art.
Dan ternyata gampang juga, lho. Bisa nih buat variasi selain toping smoothie bowl dengan buah-buahan potong dan oat/granola/muesli.

Yuk coba bikin!

Bahan-bahan smoothie:
  • 1/2 ikat pakcoy (atau bayam, atau kale)
  • 2 buah pisang (pisang raja, cavendish, pisang emas). Teksturnya akan lebih asik kalau dibekukan di freezer dulu.
  • 1/2 buah nanas
  • Air kelapa muda
Bahan-bahan untuk spread:
  • 1 cup daging kelapa muda + air kelapa, takaran sebahagianya
  • Pewarna alami buah naga atau buah bit (blender buah naga tanpa air atau buah bit dengan sedikit air)
Cara membuat:

  • Blender sayuran hijau, pisang beku, nanas, dan air kelapa muda. Tuangkan ke dalam mangkuk. 
  • Blender daging kelapa muda dan air kelapa muda hingga mengental. 
  • Tuang sebagian ke dalam gelas, tambahkan pewarna buah naga atau buah bit yang sudah disiapkan sebelumnya. Masukkan smoothie kelapa yang sudah berwarna merah tadi ke dalam piping bag, gunting sedikit ujungnya. Lakukan langkah yang sama untuk smoothie kelapa yang belum diberi pewarna merah. Kita punya dua warna alami sekarang: merah/agak pink dan putih.
  • Kreasikan smoothie art dengan menghias permukaan smoothie bowl warna hijau tadi. Voila! Jadi deh smoothie segar nan cantik.
Menghias dengan sabar dan penuh cinta *hueee

Urutan bikinnya benar-benar sesuai nomor di atas lho, jadi begitu saatnya berbuka puasa, kami bisa langsung menyendok smoothie bowls yang berjejer, masih segar jadi paaas. Tentunya sebelumnya sudah menenggak segelas air hangat pelan-pelan. Sehabis sholat magrib dilanjut makan tortilla dengan isian salad dan tumis jamur, yummm! Untuk cemal-cemil setelahnya masih ada energy bites yang baru dikeluarin dari kulkas, omnomnom :3


Urutan makan: smoothie art bowls - sorgum tortilla - energy bites


Enak! Enak di lidah dan nyaman perut, buka puasa jadi nggak begah berlebih dan tetap punya energi yang cukup untuk ibadah selanjutnya.

Kalau saya (yang masih lapar apalagi jam 8 ke atas) masih pengin makaaan, saya buat sendiri Sorgum Tumis untuk dimakan rame-rame. Resep andalan saya yang ini akan dibagi di post selanjutnya saja, ya ;)

Terima kasih sekali lagi untuk Titha dan Erlin yang sudah membagi resep-resep sehat andalan. Sampai ketemu lagi di kelas selanjutnya! :)


Love & light,
Nadia

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…