Skip to main content

Balanced Living / Fruit Potluck Club

 

Kalau pernah menilik sekilas dari ratusan post di media sosial milik Bentang Pustaka, pasti bakal nyadar sama taman luas hijau nan asri yang sering jadi latar foto di sana.

Ada masanya di halaman samping/taman ini berkeliaran binatang peliharan Pak Pemred (dari anak anjing, burung perkutut, ayam, sampai kucing), jadi latar foto untuk berbagai event perpisahan kru yang "lulus" dari sana, hingga kedatangan tamu-tamu spesial di event seperti #WedanganInspirasi maupun #AngkringanKomik. Namun kali ini kami, para editor: saya, Dila, Ulil, Mba Intan, Mba Dhewi, Mba Noni, dan Abang, tiba-tiba (dengan terlebih dahulu dikompori si bungsu Ulil) jadi pengin piknik di taman. Mumpung lagi tenteram tanpa binatang piaraan seekorpun, mumpung lagi nggak ada tamu dan acara. Dan karena lagi gencar-gencarnya dengan kampanye #SahabatBugar serta terlalu banyak baca buku Green for Life-nya Victoria Boutenko, kami sepakat bikin potluck dengan buah-buahan smoothies.

Ya namanya juga potluck/urunan, persiapannya juga sendiri-sendiri, bawa bekal masing-masing buat dimakan bareng di hari-H. Kami pilih hari Jumat, pas setelah kelas yoga di pagi harinya. Sempat hujan sedari subuh,  untungnya hari segera cerah dan rumputnya nggak becek! (Ini ajaib banget, kami nggak hentinya bersyukur karenanya)

Saya kebagian membuat smoothie, karena dianggap semacam spesialis di bidang ini, hahaha. Saya memilih bawa blender dan meracik langsung bahan-bahannya di kantor. Dibantu temen-temen yang mau aja disuruh bantu ngupas-ngupas, kami bisa menyelesaikan 3 macam smoothie dalam waktu kurang dari 30 menit.


Horenzo Slushy: Blend nanas, horenzo, timun, jeruk, air kelapa muda.

Carrotomatogi Sensation: Blend wortel, tomat, jeruk, jahe & kunyit, air. Saring dan ambil sarinya.

Purple Splash: Blend buah naga merah, horenzo, timun, air kelapa muda.


Jadilah smoothies warna hijau, jingga, dan ungu, yang siap bersanding bersama watermelon popsicles buatan Ulil, salad buah dari Budhe Dhewi, buah gelondongan dari Mba Intan, Mba Noni, dan Abang, serta sate buah buatan Dila (semuanya buah, we did it!!!)



Kami emang janjian pakai tshirt Supernova: Inteligensi Embun Pagi (limited edition merchandise) baru, beneran baru dikasih kemarinnya. Jeng jeng jeng jadilah nuansanya menjadi putih-abu-abu-hitam mengimbangi warna-warni buah yang sudah sangat cerah dan vibrant. Tak lupa in frame buku-buku yang jadi inspirasi sehat kami.


 
 


Alhamdulillah ... IT WAS FUN!!!

Salad, sate, buah gelondongan, dan smoothies yang terkumpul banyak banget dan puas diicip-icip orang sekantor. Hihihi. Sesi foto-foto yang semula dikhawatirkan, karena persoalan "Siapa yang mau motoin???" seketika teratasi dengan hadirnya Ana magang sekretaris dan Chandra magang desain (khukhukhu, anak-anak magang memang berguna~). Not bad at all, piknik berjalan lancar dan siangnya kami sudah bisa kembali bekerja di meja masing-masing.

See, piknik kadang nggak harus terlalu jauh dan ribet. Kalau beruntung dan dikaruniai halaman hijau yang asri, langsung saja dimanfaatin. Segar dan bikin sumringah! X) X)

Semoga bisa lebih sering nih aksi impulsif yang semacam ini.



Love & light,
Nadia

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…