Skip to main content

Balanced Living / Alterjiwo's Breakfast Club

Saya menikmati betul saat-saat belajar dan menilik perspektif baru dalam menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Ada banyak sekali sumber, pakar, pegiat yang bisa diserap ilmunya. Lewat Kelas SetuSelo di Rumah Pendopo Maguwo (ya, saya semacam cult sama rumah keren ini) Sabtu, 20 Februari kemarin salah satunya, belajar langsung dari Her Awesomeness Janti Wignjopranoto @alterjiwo atau akrab disapa Bude Janti.

View dari Joglo Bersama, Rumah Pendopo Maguwo. Breathtaking.

Terlihat cerah, segar, dan merepresentasikan semua yang ia citrakan, Bude menyapa kami dengan salam hangat di depan meja panjang berisi semua bahan-bahan yang sudah disiapkan segar, bahkan sudah ada hasil jadi bahan makan fermentasi di dalam cool box. This going to be so awesome, saya sampai memekik pelan.

Bahan-bahan segar dan bersih yang sudah dipersiapkan Bude Janti. Credit: @alterjiwo

Kami habiskan pagi hingga siang hari untuk berdialog mengenai pentingnya sarapan, serta tahapan dan pilihannya. Mengapa sebegitu pentingnya, karena tubuh ini semalaman sudah diistirahatkan, didinginkan. Untuk memanaskannya kembali, maka dibangkitkannya pun harus lembut. Lembut~

Sembari terus diingatkan, bahwa menentukan apa yang paling cocok untuk tubuh adalah tugas diri kita sendiri, perlu lebih sensitif mendengar apa maunya tubuh. Karena tubuh setiap orang berbeda-beda, nggak ada standar yang saklek harus makan apa, kapan, dsb. Yang ada, di sini diberi referensi baik yang sayang kalau nggak diamalkan ke tubuh.


Bude menyiapkan pisang panggang dengan kayumanis dan gula aren

Bagian paling seru, kami "diwajibkan" icip-icip/ngabisin semua minuman dan hasil olahan. Dari air lemon, kombucha, air kelapa muda, peppermint tea, golden turmeric mylk, banana-cacao-peanutbutter smoothie, pisang panggang kayumanis gula aren, coconut yogurt, fruit salad, green salad, roti dengan 4 spread yummy, sampai scrambled tofu, that many oh holy mother earth! (Hihi,meski nggak sempat difoto semua, keburu kami sikat duluan). Semua sudah termasuk belasan catatan pinggir dan tip supaya nggak ada bahan dan ampas yang tersia-sia.

Icip-icip Banana-Cocoa-Peanut Butter Smoothie, yang lebih enak dari es krim!
Membuat Scrambled Tofu yang ternyata gampang dan "suka-suka" takaran dan bahannya.
Pada akhirnya, ilmu kalau tidak dituliskan, disebar, dan dipraktekkan, cuma bakalan nganggur di pinggiran sudut pikiran. Jadi, mulai Selasa ini pelan-pelan saya akan mencoba tahapan hingga resep yang saya dapat. Semoga cukup baik untuk siapapun yang kebetulan lewat.

Untuk kali ini, sebuat saja berupa catatan umum tentang kelas kemarin sekaligus cerita awal dari "Kebiasaan Sehat di Pagi Hari" tentunya dengan tahapan yang tidak saklek. Bude terus mengingatkan, bahwa menentukan apa yang paling cocok untuk tubuh adalah tugas diri kita sendiri, perlu lebih sensitif mendengar apa maunya tubuh. Karena tubuh setiap orang berbeda-beda, nggak ada standar yang pasti, kapan, dsb. Yang ada, di sini kami diberi referensi baik yang sayang kalau nggak diamalkan ke tubuh.

Menurut saran Bude, ada baiknya kita terbangun alami setelah tidur cukup, sesaat sebelum subuh merupakan waktu yang pas. Lakukanlah ibadah sesuai kepercayaan (sholat/sembahyang/berdoa pagi) dilanjut bermeditasi, stretching. Pilih atau gabungkanlah aktivitas yang paling bisa dinikmati.

#1 Oil holding
Lebih bagus kalau sebelum memulai semuanya, pertama-tama kita menerapkan yang namanya "Oil Holding" hmmm interesting. Oil holding ini suatu kebiasaan yang baru banget saya ketahui. Tujuannya untuk membersihkan semua sisa kotoran di mulut serta memperkuat gusi dan gigi. Caranya dengan mengoleskan cold-pressed coconut oil atau minyak kelapa murni, balurkan ke seluruh mulut, kumurkan selama lebih kurang 3 menit. Setelah dibuang, pijat gusi dan dan sekitar mulut. Lalu gosok gigi dengan atau tanpa pasta gigi. Hmmm ... saya kayaknya belum pede melakukan ini (ketergantungan pasti gigi pabrikan, huks huks, pelan-pelan deh), Bu Janti mengakui kalau dirinya cukup religius menerapkan oil holding ini setiap pagi, dan sudah tidak menggunakan pasta gigi lagi, fluoride's miracle is way that overrated.

Saat ditanya tentang risiko bau mulut atau kesan kurang bersih dari oil holding plus hanya bersiwak, ia menggeleng. Nope, mulut malah lebih bersih dan jelas sangat menguntungkan bagi keseimbangan enzim di mulut. Mungkin kita sering abai sama mulut sebagai gerbang utama dan salah satu penentu kualitas makanan yang akhirnya kita cerna. It does makes sense, dan meski sedikit ragu kalau oil holding tanpa dibilas pasta gigi, saya pikir saya harus berani mencobanya suatu hari nanti.

#2 Konsumsi air lemon
Dengan meminum 1-2 gelas air lemon atau jeruk nipis dicampur jahe atau kunyit (suhu ruang atau dalam keadaan hangat), kita sudah membersihkan tubuh dari dalam. It sounds pretty effortless, tapi jangan ditanya lagi manfaatnya, pembersih, kaya vitamin c, you name it. Sepakat sama hal ini karena saya juga penggemar berat air lemon hangat di pagi hari atau kapanpun kamu butuh untuk mereset suasana mulut.

#3 Meditasi
Meditasi/streching/olah tubuh/yoga, lakukan apa yang menjadi favoritmu. Favorit saya adalah ngulet barang 3 menit, berwudhu, subuhan, dan setelah itu bersila sejenak. Bernapas 478, rasakan napas, resapi, it makes a big difference dibanding saat bangun kesiangan dan tergesa-gesa mempercepat semua aktivitas,

#4 Minum minuman hangat
Tubuh tiap orang berbeda-beda (sekali lagi bilang ini dapet payung deh Nad), tapi setiap orang sebenarnya berbakat dalam mengenali dirinya sendiri. Apa yang cocok apa yang tidak. I used to be a big milk drinker. Pernah, saya tak lepas dari susu lantaran percaya akan kemampuannya sebagai trigger untuk melancarkan proses BAB di pagi hari. Lama-lama jadwal saya tetap bisa teratur dan nyaman setelah saya fokus mencukupi sayur dan buah setiap hari. Susu hangat menjadi kebiasaan occasional saja. Minuman hangat ternyata membantu pelan-pelan menyesuaikan tubuh yang baru saja terbangun. Dari kelas kemarin saya kepincut sama Golden Turmeric Milk, yang sangat mudah dibuat: coconut milk (santan) buatan sendiri, dipanaskan sebentar dengan kunyit, jahe, dan gula batu takaran sesuai selera. Disaring, kemudian diminum hangat-hangat. Nyesss ....

#5 Smoothie dan jus
Kalau scroll blog ini ke bawah, ketahuan kalau saya adalah peminum green smoothie yang cukup ulung. Saya suka banget tekstur creamy-krenyes, rasa sedikit langu, segar, asam, berpadu manis dari smoothie. Smoothie dan jus memang disarankan diminum di sekitaran jam 8 sampai 10 saat perut masih terasa lapang karena belum kemasukan makanan berat. Jus memberi energi instan yang dirilis cepat lantaran tekstur, sedangkan smoothie yang bertekstur lebih creamy bisa bertahan lebih lama. Green smoothie andalan saya misalnya, pisang+kale+jeruk, juga beet+buah naga+air kelapa. Slurpeee!

Di kelas kami, salah satu resep smoothie yang dibuat adalah yang paling disuka siapa saja, basic banaan smoothie. Namun kali ini Bude memberi resep "to die for" dari 1-2 pisang beku, 2 sdm bubuk kakao, 2 sdm selai kacang homemade (kacang tanah sangrai, gula aren, garam, diblender sampai halus). Rasanyaaa klop, to die for beneran! Lebih enak dari es krim di supermarket dan mal-mal. Yums kuadrat.

#6 Sarapan
Kelas ini menawarkan alternatif sarapan sehat yang bisa jadi inspirasi kita: salad sayuran dengan dressing bawang putih, cuka apel, olive oil, dan lemon; coconut yogurt dengan toping potongan buah segar; pisang panggang dengan taburan kayumanis dan gula aren; roti dengan ragi alami (tanpa gula, tanpa pengawet pun) dari Kebun Roti idolaku, dicocol ke bermacam spread surgawi buatan sendiri seperti hummus, pesto, guacamole, coconut butter, ahhh~ ; scrambled tofu nikmat sebagai substitut scrambled egg; dan masih banyak lagi, saya pasti kelewat saking sibuknya megang dan icip-icip. Hihi.

CoYo aka Coconut Yogurt dengan toping semangka, nanas, pepaya, dan markisa.
Scrambled Tofu, Salad, Roti Galaxy dari Kebun Roti dengan speard surgawi.

Sekali lagi disampaikan kalau saran-saran baik ini bisa dikembangkan atau disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing, waktu, dan ketersediaan bahan. Eits, tapi kalau sudah sebanyak tadi referensinya, udah nggak bisa pakai alasan ribet dan sebagainya, ya.

Oh ya, beberapa resep yang disebut di atas akan saya ceritakan dan sekalian dipraktekkan ulang pada post-post mendatang. Semoga saya nggak males-males amat ya buat nulis dan foto. Mudah-mudahan cacatan Kelas Sarapan Sehat bersama Bude Janti ini bisa menambah referensimu about how to start your day properly.


I'll see you soon!


Love & light,
Nadia

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…