Skip to main content

Balanced Living / 2016 Healthy Resolution


Tengah bulan gini masih keitung suasana tahun baru, kan? Hehe... semoga artinya masih musim untuk menetapkan niat baik dan rencana di tahun ini.

(((masih musim)))

Uhuk.

Bagi saya, hidup lebih sehat selalu akan berada di daftar teratas. Setiap harinya. Meski akhir Desember kemarin, saya curi-curi kesempatan makan sebanyak mungkin dan makan yang instan sesekali. Hihi. (Alasan, alasan). Percayalah, senengnya cuma sebentar. Sisanya ngumpul jadi rasa bersalah, karena sebetulnya bakal lebih puas kalo badan diisi dengan bahan-bahan yang baik dan jelas asal-usulnya.

Saya jadi ingat tahun lalu saya memulai resolusi sehat saya, dengan mengusahakan minum air hangat dengan perasan jeruk lemon setiap pagi. Kadang dibuat variannya, dicampur madu murni, ditandem dengan jahe, dan lainnya. Resolusi sederhana yang menyenangkan. Tujuannya untuk membersihkan pencernaan, karena tubuh yang sehat salah satunya berawal dari pencernaan yang beres, setidaknya itu yang selalu saya percaya sampai sekarang.

Tahun ini resolusi sehat saya sederhana saja: melanjutnya resolusi tahun lalu. Berusaha tidak makan dengan emosional, dan sebisa mungkin mengenali asal-usul bahan makanan kita.

Pilihan kita yang berbeda pasti punya latar belakang tersendiri. Saya sendiri punya prinsip, nggak akan terlalu menahan-nahan diri kalau lagi kepengin makan (belajar dari pengalaman: apa aja yang ditahan-tahan banget, ujungnya bakal meluap-kalap dan berakhir rasa bersalah). Maka makanlah kami. Huahaha. Apaan deh. Sebagai penyeimbang, saya sangat menjaga apa yang saya minum. Saya penyuka makanan manis seperti es krim, cheesecake dan cookies, saya tetap menikmati makanan-makanan itu, meski nggak sering dan nggak banyaaak. Beda dengan minuman. It's much more simple. Saya lebih suka minum air putih, murah dan melegakan dahaga. Dan masuk jajaran fixer elixir kesayangan setelahnya, sebutlah green smoothies, air kelapa muda, air jeruk, lemon, yang semuanya tanpa gula. Tentunya sesekali ada pengecualian, saya suka banget minum kombucha (fermentasi teh manis) dan tes poci gula batu. Hihihi.

And ... it would be delighful if we start to stuff our body with good quality of food, organic one, lots of greens, veggies, fruits, daily dose of young coconut water, do some exercises (walking, running, yoga, salsa, anything!) to keep your excellent body posture. And please, let me load some positive energy too. AAMIIN TO THOSE :)

Well, di Selasa Sehat kali ini saya akan membagi dua resep smoothie sekaligus, dua-duanya super gampang dengan bahan-bahan yang mudah sekali di peroleh. Nggak ada alasan untuk malas karena sayuran/buah mahal, atau penginnya yang impor dan unik. Yang lokal dan organik dari tempat yang kita ketahuin asal-usulnya justru lebih meyakinkan, bukan?

Dan seperti biasa, alat-alat yang dibutuhkan hanya pisau dan blender. Proporsi buah dan sayuran bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Ada yang suka seimbang (50:50), lebih suka memperbanyak sayur hijau daripada buah (70:30), atau dibalik.

Here we go:

#1 Tomato Sensation

Dengan bahan utama tomat, jeruk peras/jeruk nipis/lemon, pakcoy, dan es. Blender sampai lembut. Minum selagi masih segar atau simpan di kulkas untuk diminum 2 jam sebelum/sehabis makan.




 #2 Romaine Bliss
Dengan bahan utama selada, nanas, ditambahkan jeruk nipis/lemon, dan es batu. Sajikan dengan toping buat favoritmu.




Selamat berkreasi dengan sayuran hijau dan buah favoritmu, ya. Semangat memulai tahun ini dengan resolusi sehat a la dirimu sendiri.

Tiap orang pasti punya target yang berbeda. Bagi di sini yuk, rancangan resolusi sehat kalian tahun ini.
Happy new year and may the healthiest time be ever in your favor :)


Love & light,
Nadia


 ...
Artikel ini juga dapat ditemui di blog www.nonirosliyani.com dengan tag  “Selasa Sehat”  ya.. Sampai jumpa di sana :)

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…