Skip to main content

Balanced Living / All Time Favorites

Akhir pekan jadi favorit saya (dan semua orang di muka bumi ini pastinya), karena ada lebih banyak waktu untuk bersantai, jajan ke luar, atau justru ngendon di rumah sambil mikir mau masak atau bikin apa.

Saya suka banget nonton serial TV Amerika seperti Modern Family, The Big Bang Theory, New Girl, dan The Mindy Project. Kadang kepengaruh juga sama apa yang sedang mereka makan. Krucuk ... kriuk ... sejak pagi perut yang lapar ini sudah memanggil~

Jadilah saya sok-sokan membuat sendiri apa yang teinspirasi dari TV tadi. Cek bahan yang ada, mikir bentar. Oke, gitu ya. Bla bla bla. Singkat cerita, berikut adalah hasil karya saya (yang mudah terpengaruh ini) di akhir pekan. Tidak terlampau ribet, sehat dan bersih karena disupervisi sendiri, tapi memuaskan, juga bisa lho untuk bekal anak (anak siapa???) dan piknik.

Yippiyay!

#1 All Time Favorite Mashed Potato

Bahan:

• 3 kentang
• Sebatang keju, parut
• Segelas susu murni
• Margarin



Cara Membuat:

• Kukus kentang yang sudah dikupas
• Haluskan kentang yang sudah dikukus dengan garpu. Selagi panas, beri mentega yang akan meleleh dan tercampur dengan kentang
• Tambahkan susu, aduk rata.
• Saring kentang yang sudah tercampur dengan penyaring, tekan dengan sendok sampai kentang menjadi sangat lembut.
• Siapkan wajan, panaskan kentang yang sudah disaring. Aduk sampai mengental.
• Mashed potato siap disajikan bersama tumis tomat, bawang bombai, wortel atau lauk apapun yang ada.

Untuk 2 porsi




#2 Classic Tomato Soup


Bahan:

• 3 tomat
• 2 wortel
• Seikat parsley (bisa juga seledri dan basil, tergantung lagi adanya apa)
• Bawang bombay
• Bawang putih
• Garam dan merica
• Olive oil


Cara membuat:

• Potong-potong tomat, wortel, cincang bawang putih, bawang bombay, dan parsley. Sisihkan dulu.
• Rebus air sampai mendidih
• Tumis bawang putih sampai harum dengan olive oil
• Tambahkan wortel, bawang bombay, dan parsley. Tumis sampai wortel empuk tapi bentuknya masih terjaga, dan bawang bombai berwarna keemasan.
• Tambahkan air mendidih, aduk-aduk sampai semua bahan kehilangan bentuk aslinya.
• Kecilkan api, masukkan tomat dan aduk sampai semua bahan lemas.
• Pindahkan panci dari kompor, beri garam dan merica secukupnya.

Saran penyajian:

• Kalau yang suka gaya klasik, masukkan sup yang sudah matang tadi ke blender. Blend dengan kecepatan yang paling rendah. Sajikan selagi panas.

Untuk 2 porsi




#3 Lemonbeet Smoothie*

*Teteppp ya, harus ada smoothie-nya. Inget minumnya 1 jam sebelum atau sesudah makan makanan lain. Jadi manfaatnya terserap sempurna

Bahan:

• 1 buat bit organik (lagi pas habis panen di @jogjaorganic)
• 1 lemon lokal
• Air kelapa muda beserta dagingnya



Cara membuat:

• Blend semua bahan sampai halus, sajikan dingin lebih nikmat.



Seakan tidak cukup dengan semua makanan di atas, weekend highlight kemarin juga datang dari hasil buruan saya di #PasarSehatDemangat (setiap Jumat di RM Demangan, Gejayan) ... yang tak lain adalah roti galaksi @kebunroti !!! Akhirnya bisa cobain edisi Galaksi ini, yang rotinya belum bisa saya bikin sendiri. Ada dua jenis yang saya comotin, satu adalah donat galaksi dengan vanilla cream cheese, dan satunya lagi roti galaksi dengan green tea cream. Roti ini dibuat dengan bahan sorghum atau cantel, tanpa pengawet dan gula. Warna-warninya berasal dari activated charcoal dari arang kelapa, bubuk matcha, dan buah naga. Pewarna yang nggak cuma baik dan aman, tapi juga bisa mengikat racun di usus dan mengeluarkannya dari tubuh. That's the dream! Seneng sekali pas makannya, saya pelan-pelanin biar bisa nikmatin sensasi arang yang masih kerasa. Enaknya kelewatan! Next goal: saya harus ikut kelas Kebun Roti dan belajar bikin roti sehat tanpa pengawet. Aamiin to that.


Have a good week to you!

Lots of homemade goodness,
Nadia

 ...
Artikel ini juga dapat ditemui di blog www.nonirosliyani.com dengan tag  “Selasa Sehat”  ya.. Sampai jumpa di sana :)

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…