Skip to main content

Balanced Living / Fixer Elixir


Huaaa tuh kan saya updatenya selang berminggu-minggu kemudian lagi. Nyahahaha, nggak apa-apa lah, yang penting update.

Kali ini saya mau berbagi sedikit tentang topik yang teramat menarik buat saya akhir-akhir ini, yaitu minimalisme! Widihhh, kesederhanaan yang bikin banyak hal jadi lebih mudah. Termasuk dalam hal makanan dan minuman, semakin sederhana dan sedikit prosesnya, semakin baik dan terjaga manfaat aslinya *weitsdah, sotoynya kumat!

Saya termasuk makan apa saja, dan banyaaak porsinya. Buat ngimbanginnya, di bagian minum-minumnya saya jadi lebih picky sedikit. Saya jarang banget minum minuman lucu-lucuan jaman sekarang, juga kopi (kehidupanku suram ya, tapi ya emang nggak fanatik kopi), setahun kadang bisa minum sekali.

Jadi selain the mighty air putih yang jangan ditanya lagi (minuman favorit nomor satu di dunia. Works on every level, lah!), saya punya beberapa minuman favorit yang memuaskan dan bermanfaat untuk dicoba *ah elah gaya benerrr :p

1. Air kelapa muda, enak banget banget seger, isotonik alami dengan sejuta guna. Semacam karunia terindah dari alam, rasanya ueenaaak tanpa dicampur apapun. Saya usahain minum ini minimal sekali seminggu, meski praktiknya bisa sampai 5x, karena ada penjual kelapa muda di dekat kantor. Beruntung amat!

2. Air lemon/jeruk nipis/jeruk. Minum ini hangat-hangat sesaat setelah bangun pagi, rasanya

3. Air jahe dengan lemon dan madu (kadang minus lemon), yang jadi favorit saya buat diminum sebelum tidur di malam yang hujan dan dingin dan karena aku masih bujangan jadi semakin dingin *what!

Le Air Jahe Madu Lemon

4. Air wortel dan jeruk. Wortel diblender dan disaring airnya, lalu dicampur dengan perasan jeruk.

5. Kombucha. Ini agak gaya-gayaan dikit, hahaha. Karena nggak semua orang bisa suka dan ngedapetinnya nggak segampang yang lain #ahelah. Meski sebenernya sederhana, teh fermentasi (attention: teh fermentasi ya bukan teh basi, hahaha) yang diramu dari teh, gula, dan difermentasikan oleh mikroba bernama kombucha. Nutrisinya silahkan googling karena banyak banget! Yang pasti saya bisa bilang rasanya enaaa, nyengat-nyengat suka!


Love,
Nadia

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…