Skip to main content

Useful Apps / Pengalaman Membaca Buku Sepuasnya di Bookmate

There's no app for a good writing, I've said that all the time, but there's always some good apps to access a bunch of good books!


Mencoba Bookmate menjadi pengalaman pertama mengakses platform buku digital, surprisingly, ini jadi pengalaman yang menyenangkan dan mudah. Don't get me wrong, saya tetap sangat suka buku dengan fisik yang mantap, kertas tebal, dan cover menarik itu. Hampir setiap kali bepergian (terutama dengan mobil, bus, kereta, pesawat) saya pasti menyiapkan buku untuk menemani. Ada kalanya bikin perjalanan semakin ribet, karena harus ada 2-3 buku di tas. Huahahaha berat :'|

Jadi karena alasan kenyamanan, dan berkat ajakan rekan-rekan di kantor yang selalu selangkah lebih maju itu pula, saya mau membuka diri untuk nyobain Bookmate. Well, dan memang ternyata langsung bikin histeris segera setelah sign up! Gimana nggak histeris? Seenggaknya ada lebih dari 500.000 judul buku, luar dan dalam negeri yang bisa diakses. Sistemnya seperti menyewa buku, tapi ini bisa diakses sampai kapan aja selama kamu sudah berlangganan. Kalau belum berani berlangganan juga, dan pengin coba-coba gratisan dulu? Tenang ... masih sangat banyak buku yang bisa diakses gratis. Intinya, susah mencari alasan untuk nggak gatal mencoba aplikasi ini. Saya sendiri kaget melihat buku-buku incaran, seperti #GIRLBOSS (Sophia Amoruso), How to Be Parisian Wherever You Are (Anne Berest, Audrey Diwan, Caroline De Maigret, & Sophie Mas), Not That Kind of Girl (Lena Dunham), Bossypants (Tina Fey), buku terbitan Bentang seperti Kambing dan Hujan, buku-buku Haruki Murakami, sampai trilogi Lord of the Rings beserta The Hobbit bisa diakses gratis! Heaven on earth ini sih namanya!

Pssst ... selain lewat smartphone, Bookmate juga bisa diakses dengan PC. Saya biasa membaca lewat PC selama jam istirahat (dan kadang jam kerja, whattt? :p)


Bookmate versi PC
Dan kalau kamu termasuk mereka yang lebih ambisius alias ngiler untuk mengakses buku-buku berlabel "Standard" dan "Premium" di sana, kamu bisa mengandalkan credit card dan bahkan pulsa (khusus pelanggan Indosat). Dengar-dengar harga langganan bulanan Bookmate masih promo, jadi hanya Rp69.000,00 per bulannya. Sooo worth it, kalau ngebayangin privilege yang bisa kamu dapetin kalau dapat akses premium di Bookmate. Puyeng-puyeng dah tuh melototin koleksi buku segitu banyak.


Saya masih nggak percaya saya bisa "go digital" begini, lantaran saya ini pengguna iOS, jadi nggak mudah buat saya untuk mengakses Google Playbooks aka platform download e-book & e-pub yang lebih dulu tersohor itu. Lah, tapi kan ada Wayang Force, Scoop? Hmmm ... Buat yang nggak punya credit card, bisa jadi bakal ribet kalau mau akses content berbayarnya. Beda cerita sama si Bookmate ini, bisa banget prosesnya mulus lancar jaya.

Saya sendiri baru bisa mengakses edisi premium selama sebulan, terima kasih kepada kantor saya yang cihuy yang membuat ini terjadi. Dan sepertinya saya optimis bisa terus berlangganan. Hihihi (akhirnya) ada juga untungnya saya jadi pelanggan Indosat. Bisa bayar pakai pulsa itu bikin dunia aman harmonis. Gampang banget mameeennn!

Saya jadi ingat sama situs/app 8tracks yang memungkinkan penggunanya membuat playlist/mixtape lagu-lagu dengan deskripsi, judul, dan cover album sendiri. Bookmate juga mengizinkan kita membuat "bookshelf" versi sendiri, tinggal isi dengan buku-buku yang cocok bersanding dalam kategori pilihan, beri deskripsi, judul, dan cover. Tadda! Bookshelf pilihanmu siap dibagi dan mungkin jadi referensi teman-teman Bookmate lain yang kebetulan lewat.

Seru banget, ya? Ngabisin waktu sembari nunggu jemputan, bergulat sama macet, sampai nyempetin baca di sela-sela ngurus anak, tinggal buka hp/tablet/pc, udah bisa baca dengan damai.

Interface Bookmate versi mobile app
   

Semoga setelah ini koleksi buku di Bookmate makin nambah dan makin histerikal. Semoga makin banyak juga penerbit lokal yang kerja sama sama Bookmate. Semoga bisa jadi alternatif baru mengakses buku dengan legal dan mudah. Selamat mencoba!


Love & light,
Nadia

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…