Skip to main content

Personal / All You Need is Dwi

Dwi Kurniawan. Courtesy Facebook.

Dwi Kurniawan, Mahasiswa Komunikasi UGM angkatan 2007 asal Samarinda yang membeli kamera dan lensa seperti membeli kacang goreng ini pernah menjadi momok buat saya. Bukan cuma saya pastinya, ada sekumpulan cewek: Susan, Imel, Meita, Sinta, dan mungkin semua awak Surat Kabar Mahasiswa Bulaksumur (Bul) yang mengenalnya pernah merasa terganggu karena 'perhatian' Dwi yang errr... begitulah. Awalnya, tapi lama kelamaan kami toh maklum juga. Ternyata Dwi emang begitu adanya.

Bagusnya, Dwi bukan cuma "creepy" buat para cewek, dia sebenarnya menyimpan bakat yang diakui dimana-mana. Dari Sound system master, electricity equipment all in one person, camera encyclopedia, sampai web designer. Dwi seringkali benar-benar menyelamatkan banyak event penting Bul. Oh Dwi... betapa berkesannya hari-hari bersamamu. Hyaaaatssss! Sampai-sampai kita bisa menghemat puluhan staf perkap cukup dengan seorang Dwi. Sungguh fleksibel, all we need is Dwi. And so do you.

Meski tak jarang Dwi membuat mereka murka, toh dia tetap dicari. Oleh karena itu sang sahabat tercintanya, Awe, fans beratnya, Mas Jaki, partner in crime-nya, Yogi, dan cinlok KKN Jailolo-nya, Andrea membuat kompetisi ini. Bermaksud memberi kesempatan untuk orang-orang yang pernah mengenal Dwi, menjadi korban di-bribik Dwi, sampai mereka yang mengagumi Dwi dari jauh- untuk memberikan kesan-kesan terbaiknya dengan hashtag #NostalDwi berupa gerakan #DWI48 yang revolusioner itu!

Kenapa DWI48? Ah tidak ada salahnya kan menggunakan istilah pop culture paling gres ini, siapa tau ada remaja penggemar idol group yang tertarik ikut kompetisi ini. Halah. Banyak cingcong saya, langsung yuk kita simak apa sih DWI48 dan segala tentang NostalDwi ini.

Nama Lombanya... adalah #NostalDwi. Artinya kamu wajib membubuhkan tagar itu plus #DWI48. Ini penting sepenting menggunakan #IndonesiaWantOneDirection.

Tujuannya. What else? Tentu buat mengenang kebaikan Dwi Kurniawan kepada nusa, bangsa, kampus, dan unit kegiatan mahasiswa.

Kompetisi ini berbentuk kuis di Twitter. Isi tweet mengenai interaksi dengan Dwi selama ini dalam kegiatan positif dan produktif, serta bagaimana Dwi mempengaruhi kehidupan Anda. Semua orang boleh mengirimkan sebanyak-banyaknya tweet, asalkan satu moment satu tweet. Got it?

Nggak usah khawatir soal kredibilitas juri kompetisi ini karena bakal langsung dinilai sama Yustan dan Ikrar yang udah teruji tahan hidup serumah dengan Dwi selama bertahun-tahun.

Lomba ini terbuka untuk umum, jurusan, fakultas, universitas, dan dari provinsi apapun. Asalkan pernah berinteraksi dengan Dwi Kurniawan.

Waktu pelaksanaannya: Kamis 23 Agustus 2012, mulai jam 20.00 WIB - 23.00 WIB
Jumat 24 Agustus 2012 jam 11.00 WIB - 14.00 WIB. Dan... Jumat di hari yang sama pada jam 20.00 WIB - 23.00 WIB

Sementara pengumuman bakal berlangsung Jumat 24 Agustus 2012 pada jam 23.00 WIB

Panitia, seperti yang diketahui adalah Awe DWI48 (@ardiwilda), Yogi DWI48 (@herwanayogi), Jaki DWI48 (@masjaki), Andrea DWI48 (@andreot) dan saya sendiri, Nadia DWI48 (@baiqnadia).


For your information, kami nggak pernah main-main dalam menggelar suatu kompetisi. Kompetisi ini berhadiah sebuah handphone trendy masa kini, tidak dipotong pajak, dan ongkos kirim ditanggung panitia. Serta dipermanis dengan sebuah kaos bertanda-tangan Dwi.

Patut dicoba, bukan?

Saya selalu berpikir, menyenangkan teman yang pernah membantu kita tidak akan sesulit itu. Cukup dengan jari kamu, kita bisa membuat Dwi mengingat moment terbaiknya. Syukur-syukur dalam menambah semangatnya buat segera lulus, dan manatau dia akan segera melepas masa jomblo menahunnya.

Lalalalalala. Now let's give a try for the quirkiest competition of the year!

Hail DWI48!

-Salam Nadia DWI48. 
Anggota yang diibaratkan bagai ranger pink di kepanitiaan ini, satu-satunya yang paling sibuk (liburan) di antara semua, penyuka segala macam makanan manis, cokelat jago, snack anak mas, dan tidak ragu untuk diajak balikan sama mantan (iki suratan hati tenaaaaannn).

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…