Skip to main content

Music / Two Days of Fun Fun Fun: Joyland Festival 2012

Sabtu dan Minggu, 16 dan 17 juni 2012, kami, semua yang hadir di sana pasti merasakan hal yang sama. We're all shared the same joy! Saya mungkin menganggap festival musik ini terinspirasi dari venue "hijau" di Coachella Music Festival. Dengan HTM Rp. 50.000 per hari, kita bisa mendapatkan... 1. Sebuah CD kompilasi para performer di Joyland Fest. 2. Kalau niat bisa langsung mengamankan belasan majalah gratis dari para media partner, Rolling Stone dan Nylon Indonesia. Wowzaaaaa!

Begitu nyamannya mondar-mandir di sana selama dua hari. Boleh bawa teman, bawa anak, bawa anjing, bawa aja semuanya. Sulit menganggap acara di sana bukan di halaman belakang rumah. Pesta seru dengan orang-orang asing yang berpapasan dengan senyum. Homey. Salut buat G-production yang memilih hutan kecil di samping kolam renang Senayan ini, Swimming Park tak kiro beneran di pinggir kolam renang lho, hehehe.

Saya dan Starin sedikit tergopoh-gopoh di hari pertama, insiden kecil lantaran e-ticket, ribet menemukan lokasi venue, blabla, sedit menghambat. Sore itu kami melewatkan The Experience Brother dan setengah penampilan akustik Dialog Dini Hari. Yah... tapi band setelahnya kami jajal dengan sukses. Jarak antar Pohon stage (panggung besar) dan Sulur-sulur stage (panggung kecil) juga tidak seberapa jauh, mondar-mandir bukan masalah besar. Kami sempat makan dan beribadah di antara jeda magrib. Salah satu yang sedikit menyebalkan adalah masalah toilet yang emmm... (sedikit rewel ya kalau cewek?). Untungnya mushola sangat gampang diakses. Aman :)

Woits, hari pertama anggaplah sebagai pemanasan. Saya berhasil mendapatkan setlist pertama saya, Pure Saturday. Sedikit ngotot dan sempat adu cemberut sama wartawan Provoke yang mukanya familiar itu. Sukses, setlist yang dipersembahkan buat Mas Jaki, Pure People yang batal hadir hari itu. Berbakti ya saya? -_-

Hari kedua kami berangkat dengan lebih percaya diri dan persiapan yang lebih matang. Saya membawa backpack khusus untuk membawa setumpuk Rolling Stone Indonesia dan Nylon gratis yang disediakan panitia. HAHA~ Tapi lagi-lagi (kali ini karena saya yang telat) kami melewatkan penampilan pertama, Backwood Sun, dan cuma mendapatkan setengah jalan dongeng Pak Raden. Huhu. Next, penampilan band hair-metal (yang bukan buat lucu-lucuan), GRIBS, berhasil membangun mood saya. Woaaaaw! Mereka epic!

Weirdness dari GRIBS berhasil dinetralkan penampilan akustik sebelumnya, Tristan, band yang menurut saya sangat kalem. Lanjut saya dibuat geleng-geleng dengan performance Zeke Khaseli yang "heboh", lagi-lagi jenius! Si Boylien 9 No. 1 dan makhluk-makhluk berkostum menarik lainnya berkeliaran nggak cuma di panggung, sampai ikut duduk bareng penonton lain. Duh. Benar-benar sekumpulan musisi planet lain :p

Saya mendeklarasikan diri sebagai penyuka baru Dialog Dini Hari! YEAAA! Penampilan mereka di hari kedua ini hampir satu jam lamanya, pol banget kerennya. Sepertinya dimaksimalkan karena mereka sudah jauh-jauh datang dari Bali. Vokal Dadang SH Pranoto, si Jack Sparrow yang suaranya mau nggak mau mengingatkan sama Iwan Fals, penggebuk drum Denny Surya yang berbahaya, dan si bassist charming Brozio Orah adalah paket komplit yang bikin saya lupa daratan. Kecaduan "Oksigen", "Pagi" dan "Renovasi Otak" adalah efek baiknya setelah itu. Zizizi~

Benar-benar menyenangkan hari itu, saya membayar pinky promise saya buat menonton Stars and Rabbit langsung. Akhirnya! Sebuah keberuntungan bisa melihat bagaimana Mba Elda dan Adi selalu berdialog random di panggung, benar-benar membuat kaget karena di selanya mereka tampil ciamik dan menyihir. Hihi. Dasar dua orang wagu (aneh) yang jenius. Saya pun dapat setlist plus tanda tangan mereka. White Shoes and the Couples company yang tampil sebelumnya mengesankan seperti biasanya. Jadi sangat lucu waktu Oomleo (Goodnight Electric) naik ke panggung untuk berduet dengan Nona Sari. Lucu karena ekspresinya yang sok serius itu. Hahahahahaha, dodol! Gosip, sip, bulan depan Oomleo bakal melepas masa lajang. Selamat!

Okay, selain Pure Saturday, Efek Rumah Kaca mungkin jujur banget karena mereka mengaku super bosaaaaaaaaaannn menyanyikan lagu-lagu lama mereka. Beberapa lagu seperti, "Di Udara", "Hujan Jangan Marah", "Menjadi Indonesia", "Banyak Asap Di Sana", sampai "Jatuh Cinta Biasa Saja", dirombak sana-sini. Saya pasrah, musisi berhak bosan menyanyikan lagu mereka yang paling populer. Saya juga berhak mengernyitkan dahi melihat eksperimen mereka.

Hmm....
Akhirnya kami bisa bubar dengan sedikit tidak rela, besok nggak ada hari ketiga lagi ya?


Day 1
The Experience Brother | Dialog Dini Hari | Swimming Elephants | Luky Annash
L'Alphalpha | Polyester Embassy | Harlan | BRNDLS | Bangkutaman | Pure Saturday

Day 2
Backwood Sun | Pak Raden | GRIBS | Tristan | Zeke Khaseli
Dialog Dini Hari | Anda Perdana | White Shoes and The Couples Company
Stars and Rabbit | Efek Rumah Kaca
 










 
 
 

 



 






 
woo woo woo

*Bisa juga menyimak kesan-kesan teman saya, Starin, yang juga gesit punya di hari-hari joy kemarin. Di sini.

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…