Skip to main content

Everything Else / Lucky Luke

"I'm a poor lonesome cowboy, and a long way from home..."


Secuplik jargon khas tadi adalah yang biasa diucapkan Lucky Luke sambil menunggang kuda setianya, Jolly Jumper. Catatan: selalu diucapkan sambil menuju arah matahari terbenam. 

Tadda! Sangat random karena saya tiba-tiba ingat pada sosok samar yang pernah saya tonton serial kartunnya di tiap minggu pagi dulu. Seorang cowboy easy going yang hidup di era Wild West America. Tokoh ciptaan kartunis Belgia, Maurice De Bevere, ini nggak bisa absen dari bentrok dengan musuh bebuyutannya, The Dalton Brothers. Haha, semacam Donald Duck dan Gerombolan Si Berat yang tak bakal akur sampai kiamat. Epic! Serial kartun tentang kepahlawanan secara sederhana.

Satu lagi yang saya suka. Lucky Luke itu ganteng walau cuma menghisap jerami kering. Sayang banget, saya nggak 100% sadar buat mengikuti tiap jalan ceritanya dulu. Sampai sekarang saya masih berharap punya tambahan waktu buat menelusuri sedikit demi sedikit cuplikan kartunnya di Youtube atau dimanapun. Duh. Pasti seasyik melihat cerita Woody di Toy Story ya...

Yeaaa... at least I know one of what he's best at... he can shoot faster than his shadows! Go go Lucky Luke!

Had so much good time with Jolly, Luke?

The Dalton Brothers, ha?


Image courtesy of this


woo woo woo

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…