Skip to main content

Personal / A Farewell to Miss Stripes Believer

Warning:
In the start, this page may cost you a puke... (but in the end... a rainbow puke, probably, haha).
This is a good bye story of my office mate. Read it carefully. 
But you should know first, this is not a sad story :p


Sampai sekarang saya nggak pernah benar-benar kenal dengannya, dear Miss Fashion Stylist. Media Friesna atau biasa kami teriakkan dengan, "MEMEDDDD" atau bisa juga terdengar semacam menyapa Remedy Walony, "Med, Med..." Orang yang sangat berbakat (Uhuk!) Dan seperti punya satu lemari berisi pakaian bermotif garis-garis. HAHA~

Kesan pertama, mungkin Media sedikit menyebalkan. Mungkin karena kami sama-sama cerewet, dan saya selalu kagok kalau dia sudah bicara panjang lebar tentang blablabla. Orang yang aneh. Yang selalu saya teror ketika saya bingung memilih outfit untuk narasumber saya, dan akhirnya dibantuin. Haha. Orang yang menawarkan pacarnya, seorang dosen muda, buat diliput Gogirl! (mungkin bagian ini dia bercanda). Orang yang menyukai Inggris dan Graham Coxon secara berlebihan, tapi saya benar-benar salut waktu dia menghilang selama dua minggu ke London dan tiba-tiba memeluk Coxon sebagai hadiah hari ulang tahunnya sendiri. Oh, no, no, no, no, no, she's damn sick!

Sekitar seminggu yang lalu, saya (seperti biasa) baru tau kalau Media akan resign dari kantor. Saya sempat kepo, dan mau tau kenapa, dan mau kemana tujuannya sehabis dua tahun lebih di sini. Tapi sepertinya memang paling afdol bertanya sendiri nanti, langsung ke sumbernya, sewaktu mengucap selamat menempuh petualangan baru.


If future is a choice. I'm sure you provide a step you can take to achieve a better version of it.

So this is my cheesy goodbye to you... a piece of nice old song from a German group, Sweetbox. "Everything's Gonna Be Alright" Med. Goodspeed!


 Courtesy by Youtube.










Photos Credits: Zaky, Papaw's Mac. Editing: Bunga, Nadia

*Semoga Media menemukan sendiri tulisan cheesy ini, kapan pun, kalau dia iseng googling namanya sendiri, mungkin. hihi~

woo woo woo

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…