Skip to main content

Everything Else / Bye Bye Platinum & Dewa Net

Nama             : Platinum*
Jenis usaha   : Internet cafe and game online center
Alamat            : Jl. Kaliurang KM. 4,5. Yogyakarta.

Nama             : Dewa Net
Jenis usaha   : Internet cafe and game online center
Alamat            : Jl. Monjali No. 52. Yogyakarta.


Kalau dibaca sekilas, dan mungkin terbaca oleh kita yang nggak pernah mendalami dunia per-warnet-an di Yogyakarta... Kedua warnet di atas mungkin cuma sebatas warnet biasa. Tapi, buat sebagian orang (termasuk saya, banget) kedua tempat ini adalah surga! Surga peradaban serial televisi dan film dari Amerika, Inggris, Korea, Jepang, sampai India. Seringnya unduhan yang tersedia malah selangkah lebih maju dari tayangan di TV Kabel dan bioskop. Gahul se-GAHUL-GAHUL-nya! T.O.P.

Makanya sampai waktu saya harus capcus dari Yogyakarta, salah satu tempat yang bikin kangen berat adalah warnet-warnet tadi. Balik liburan ke Jogja, saya selalu menyempatkan diri mampir ke bilik surga demi mengejar ketertinggalan episode serial-serial favorit saya. "Rampok rampok rampokkk file yang banyaaaakkkkkk! (Tiba-tiba kalap)". Ketergantungan itu sempat bikin saya kurang update kalau absen ke Jogja dalam waktu yang lama. Uuuuu....

Kenapa sih saya nggak download sendiri aja?
Jawabannya sederhana. Saya gaptek. Saya malas mencari solusi biar nggak gaptek tadi. Saya doyannya tinggal nyomot dan minta doang. Duh.

Akhirnya oase itu datang waktu tau rekan sesama reporter di kantor saya, Dhea**, adalah seorang "Ratu Bajak"! Dhea sudah seperti mas-mas Platinum yang hobinya download seharian. Kyaaaaa! Dhea keren sekali kalau sudah begitu x)

Nah nah di bawah supervisi Dhea dan dibantu Starin juga, saya diajari bagaimana mendapatkan serial-serial favorit tadi. Serta diberi tips men-download blablabla lewat berbagai link andalan yang dirahasiakan (halah, Indowebster aja rahasiaaaa). Kadang teman pecinta kucing itu udah sigap download duluan, dan tiba-tiba udah membagi hasilnya di folder saya. Wiiii... mengharukan.

Jadilah, sekarang saya hampir nggak pernah kelewatan episode terbaru New Girl, Glee, Gossip Girl, Modern Family, dan How I Met Your Mother. Cuma belum kesampaian aja mengoleksi Big Bang Theory dan Mad Men. Agak takut nih, lama-lama saya bisa menjelma jadi Putri Bajak beneran, hihi...

Bye bye Platinum, Dewa Net. Sekarang kita sambut Dhea Net! HAHAHA~




*Bukan postingan berbayar lho ini...
**Dhea bukan nama yang disamarkan, memang begitu adanya.

woo woo woo

Popular posts from this blog

Useful Apps / Jenius

I am a sucker for the good products. Saya “murah” banget dalam hal memberi rekomendasi kalau sudah mengalami pengalaman menyenangkan dengan jasa atau produk, hihihi. Meski selalu saya tekankan kalau itu berdasarkan pengalaman saya ya, bisa berbeda kalau misal dialami orang lain. Saya usahakan untuk selalu jujur dari lubuk hati terdalam, nggak ada untungnya juga terlalu dibagus-bagusin, saya dibayar sebagai buzzer juga nggak. Eh tapi tapi kali ini saya  khusus memuji sebuah produk perbankan yang menurut saya adalah pelipur lara dari masalah penolakan kartu kredit yang saya ceritakan sebelumnya. Everyone, meet Jenius. Jenius, meet everyone *dadah-dadah*

Pertama kali tahu Jenius itu lantaran saya datang ke acara launching buku Finchickup 2 di Cilandak Townsquare awal Desember 2016 lalu. Booth produk urban keluaran Bank BTPN ini ramai kayak cendol, Jenius crews bertebaran di mana-mana, saya jadi penasaran dan memutuskan untuk daftar setelah dijelaskan secara garis besarnya. Karena itu eve…

Everything Else / Klub Kolase

Kalau dipikir-dipikir, saya nggak pernah bisa bikin kolase dari kertas-kertas fancy dan baru. Well, sejak kecil saya justru lebih terobsesi dengan kertas majalah bekas, terutama membuat hiasan dari potongan gambar dan kata di dalamnya. Saya suka majalah, terus-terusan membelinya, tapi nggak sampai hati membuang.

Beberapa kali ini saya sering iseng bikin acak-adut stuff seperti beberapa hiasan dinding/collage wall decor dan storage atau wadah multifungsi. Gampang bikinnya, saya juga suka banget sama aktivitas ini. Cuma butuh niat dan sedikit imajinasi. Bahan-bahan seperti kardus, kemasan plastik makanan bekas, majalah, dan lem pun nggak sulit ditemukan.


Yang pertama kita akan membuat: Personalized wall decor!

Lantaran saya sering bingung mencari inspirasi kado yang personalized untuk orang tersayang, but not anymore cause these personalized wall/desk decors is coming to rescue!

Cara membuat:
Potong kardus bekas, buat ukuran yang sama hingga menjadi 2-3 lembar. Lalu tempelkan lembar pot…

Editor's Life / The Art of Thrifting

Saya percaya kalau style itu dibentuk, alih-alih “dibeli”. Kita mungkin bisa menghabiskan jutaan bahkan ratusan juta untuk one timeless and very rare to find item/stuff. Namun kalau tidak bisa memakainya dengan pembawaan yang pas ... rasanya lebih baik tidak perlu sebegitunya. I mean, just don't go broke trying to look rich or cool.

Saya lebih suka berinvestasi dengan menyimpan merek-merek middle berkualitas, seperti Casio untuk jam tangan, Levi’s untuk jeans, Converse untuk sepatu sehari-hari, Jansport untuk backpack andalan saat bepergian, Uniqlo untuk kemeja, basic blouse, khaki pants, yang akan sering sekali dipakai, H&M untuk sepatu, kaus kaki, sweater, dan scarf. Barang-barang itu kebanyakan umurnya pasti lebih dari 5 tahun dan masih awet dipakai sampai sekarang. Di samping itu, saya lebih suka membeli merek-merek online buatan lokal, terutama untuk sepatu, tas, dan aksesoris lucu seperti patch/emblem. Dan sebagai pelengkap, saya gemar mencari barang-barang unik seperti…