Skip to main content

Posts

Editor's Life / Panduan Menikmati Buku Suka-Suka Teppy

Kali ini saya (sebagai editor) akan berbagi hal-hal yang sebaiknya kamu lakukan setelah bertemu dengan buku Suka-Suka Teppy karya Stephany "Teppy" Josephine. Bukannya sok ngatur, ini cuma saran supaya pengalaman membacamu mempunyai makna yang lebih dalam dan kesan yang bertahan lebih lama. Seperti layaknya film yang sering diulas Teppy, buku ini juga nggak selalu ngasih paparan jawaban yang datar atau terlalu mulia, tapi ada naik turun emosinya. Ada twist segala rupa jadi bisa dibahas panjang lebar, bahkan setelah kamu menutup bukunya.

Makanya, yuk kita simak langkah-langkahnya!
Kenalan dulu sama Stephany Josephine, atau yang biasa disapa Teppy. Teppy dikenal sebagai blogger dan social mediainfluencer. Artikel yang paling banyak diminati di blognya yaitu, “Movie Review Suka-Suka”, ulasan film dengan gaya penuturan sebebasnya yang didominasi meme dan GIF. Karakter Teppy yang ceplas-ceplos nan jujur bak teman yang udah bareng kamu 10 tahun lamanya ini juga jadi inspir…

Video / On History!

There is a reason why I prefer to enjoy the ideas conveyed through video. I enjoy the way creators process complex things to be a format that is easier to understand—even sometimes easier to understand than reading a book. And lately, I have new favorite, it's called Frame and Sentences—a YouTube video essay series on issues and topics that affect the current generation of young Indonesians. It’s a channel created by two fellow Indonesians, Andhyta Firselly Utami (Afu) and her husband Wikan Anantabrata (Wikan). What I love about this is how Afu and Wikan provide us with fresh yet progressive perspectives. Throughout the last two years, they unpack some of their topics, which range from expectations on women, national politics, and marriage to the 1965 genocide.

There have also been perspectives that I disagree with them, but this is exactly why I dig the channel! I want to learn the concept of "agree to disagree" more and also exercise to give my own arguments rationally…

Self-Love / On Minimalism

How is my style now?
Practical and simple, though I'm still keeping my odd pants :p






Kalau kamu mengenal atau setidaknya pernah mengobrol dengan saya, pasti menyadari betapa vokalnya saya membahas soal minimalism.Saya bahkan punya sebutan ala-ala untuk minimalism versi saya ini: "Practical Minimalism".

Well, aksi gaya-gayaan yang bagi saya berarti hanya menerapkan minimalism sesuai karakter, kemampuan, dan kebutuhan saya. 

Saya belum punya rumah sendiri, jadi minimalism ini tercermin dari personal style dan ruang tidur yang minimalis dengan barang-barang sedikit barang. Hal yang sedang saya usahakan selanjutnya yaitu, menyederhanakan pola pikir saya yang cenderung ribet ini, GodI overthink about almost everything. 

Minimalism saya pilih karena ingin kebahagiaan saya yang tidak terpatok pada inventaris kebendaan. Walau dalam kenyataannya saya masih jauh dari cap "hemat dan cermat" dalam konsumsi, sih, Namun, sekarang saya puas bisa mengalokasikan anggaran pakaia…

Editor's Life / Trend Buku yang Dicari Penerbit untuk Pembaca Millenials

Personal / This Is Us

For completing the “Turning 30” theme this month, I decided to post this photo of us as a couple.

What does he mean to me?
Well, the complicated chemistry created by two people who care about each other has always warmed me to the bones ... because I used to struggle so much to get how it’s even possible.
There I was, waiting to be found, hopping on and off buses, making friends with strangers in events I’d never been to, taking lessons of people’s love stories.  Until I found him, in the most perfect moment, at the cutest healthy restaurant (as cliché as it sounds), the seconds between my panic expression and his smug smile, in the intense eye contact I had rarely had the courage to sustain with someone. At the end of that night, smiling through our ride together, I couldn’t help but accept this warm feeling of this mutual, thing I call attraction.
My soul rests. I feel at peace.
Being 30 can be very scary, I genuinely feel like I’ll be ruined if it wasn’t for Allah, my Mom—my family, and…