Thursday, February 7, 2013

Surviving First Week


Hampir seminggu menetap di rumah, saya masih merasa seperti liburan. Kecuali, bagian waktu mama menyodori daftar lowongan pekerjaan di sekitar sini. Hihi... gerah juga kali ya melihat anaknya ini cuma leha-leha di rumah :p

Sure, on one hand, it feels awesome! (for me, maybe at first). On the other hand, ‘nothing to do’ job is always be a nightmare or taboo story to tell for my parents. Ya... bingung aja kalau ditanyain, anaknya sekarang kerja apa. Hmmm...

Saya juga tidak berpangku tangan saja, percayalah, saya juga punya rencana-rencana yang akan dikejar. Hanya untuk seminggu-dua minggu ini saya masih ingin beradaptasi. Merasa memiliki lagi kamar lama saya, mencoba lari pagi setiap hari, dan membujuk adik laki-laki saya sampai deal mau memakai kawat gigi. Hihi... remeh-temeh tapi menyenangkan.

Mataram. Masih seperti dulu, kecuali bagian duo franchise  mini market,  Indomaret dan Alfamart yang sudah tersedia sampai di pelosok sekalipun. Lainnya, saya menikmati setiap sudut kota yang ramah ini dengan rute yang itu-itu saja. Dan tempat yang paling menyenangkan tentu saja di rumah. Saya malas memikirkan berat badan saya sudah naik berapa kilo, and I don’t really care bout that, I mean it. Makan gratis sepuasnya yoohooyaabaayaabaadoo!

Adik perempuan saya, Fira, dan sepupu, Amna adalah ‘teman main’ yang sangat nggegemesin sekaligus ngeselin. Saya bertugas mengajari mereka bahasa Inggris dan menggambar, mereka harus bersedia jadi eksperimen saya: didandani dan difoto-foto =)) Ya, sebentar lagi saya akan mengajak mereka bikin video dance cover “Fantastic Baby”-nya Bigbang. Hahahahahahaha. Oh Nadia darling guess you'll never grow up....

I do know if I want new excitement, I have only one option, I can create 'the fun supply'. Like these... hihihi... 






Woo Woo Woo