Thursday, October 25, 2012

Bye Bye Multilply

Sebenarnya saya bermaksud membuat sebuah tulisan persembahan untuk 'rumah' lama saya, Multiply. Kabarnya, situs yang dulunya mengambil sebagian fokus saya itu, akan ditutup dalam waktu yang nggak lama lagi. Tapi mungkin jadinya bakal cheesy, sesuai tema blog saya di sana dulu. "The House of Cheesy Thing". Lihat saja judul di atas, sudah tidak terselamatkan.

Hahahaha.

Saya sejak awal udah ngerasa kalau saya nggak cocok nulis yang serius-serius, tulisan yang panjang-panjang, apalagi sampai menganalisa masalah politik. Duh, dijamin 500 persen saya bakal ngelantur kemana-mana. Makanya saya pilih tema-tema ringan, ya makanan, ya (sok-sok) fashion, ya acara TV kesukaan, ya musik yang nyantol di kepala. Tapi saya ingat betapa excited-nya waktu ada orang yang membaca tulisan saya, sekaligus deg-degan menunggu mereka mau komentar apa. Padahal ujung-ujungnya komentar yang ada biasanya bakal jadi jauuuuhhh banget sama tema tulisan saya. Epic banget lah, masa-masa awal di Multiply itu.

Selama di Multiply, saya makin lengket dengan teman-teman kampus pemilik lapak di sana. Awe, Mas Jaki, Dwi, Adrian, Cucum, Starin, Dildol, Irham, bahkan dosen kami, Mas Wisnu. Kalau ketemu di kampus, minimal kami punya sedikit bahan dari mengungkit cerita dan gosip di Multiply. Hihi... (Sekali lagi alasannya) Cheesy sih, there was a special bond between all of us, let's say we're Multiply-mates to each other. Masing-masing dari mereka punya gaya menulis yang 'berwarna-warni'. Hampir semuanya saya baca, hmmm, meskipun kadang-kadang saya skip beberapa karena saya pusing baca tulisan yang kelewat panjang.

Sekarang Multiply-mates masing-masing sudah punya sebuah rumah baru, atau lebih. Saya sendiri memilih di sini dan sebuah tumblr. blog untuk menyalurkan apa saja yang malas saya tuliskan di sini. Tulisan-tulisan di Multiply tetap bakal jadi yang paling personal dari semua. Tempat yang paling jujur, mungkin. Dan nggak ada aksi jaga image demi pekerjaan, atau lainnya.

Okay... this time I might be crying. Saya makin nggak rela kalau konten blog di sana dihapus. AAAAAAAAAAA! If there was any other way, saya mau ngusulin gimana kalau konten blog di Multiply di-hide saja. Cuma pemiliknya yang bisa membukanya sewaktu-waktu dia mau. YA TAPI GIMANA CARANYA!
 
BROOOOMM BROOOMMMM

Dan penggusuran tinggal menunggu waktu.


'Buldozer' itu datang adalah di luar kuasa manusia biasa, saya sepertinya harus ikut mengemasi beberapa barang penting di sana. Kalau saya diibaratkan punya toko keju. Pemiliknya ini mungkin akan sempat mengunyah beberapa varian favoritnya sekali lagi, sambil membayangkan kembali bagaimana 'gurihnya' masa kejayaan.




*Ditulis sambil mau nangis (beneran), tapi ditahan karena khawatir teman-teman di kantor berpikir kalau saya patah hati lagi.


Wednesday, August 22, 2012

All You Need is Dwi

Dwi Kurniawan. Courtesy Facebook.

Dwi Kurniawan, Mahasiswa Komunikasi UGM angkatan 2007 asal Samarinda yang membeli kamera dan lensa seperti membeli kacang goreng ini pernah menjadi momok buat saya. Bukan cuma saya pastinya, ada sekumpulan cewek: Susan, Imel, Meita, Sinta, dan mungkin semua awak Surat Kabar Mahasiswa Bulaksumur (Bul) yang mengenalnya pernah merasa terganggu karena 'perhatian' Dwi yang errr... begitulah. Awalnya, tapi lama kelamaan kami toh maklum juga. Ternyata Dwi emang begitu adanya.

Bagusnya, Dwi bukan cuma "creepy" buat para cewek, dia sebenarnya menyimpan bakat yang diakui dimana-mana. Dari Sound system master, electricity equipment all in one person, camera encyclopedia, sampai web designer. Dwi seringkali benar-benar menyelamatkan banyak event penting Bul. Oh Dwi... betapa berkesannya hari-hari bersamamu. Hyaaaatssss! Sampai-sampai kita bisa menghemat puluhan staf perkap cukup dengan seorang Dwi. Sungguh fleksibel, all we need is Dwi. And so do you.

Meski tak jarang Dwi membuat mereka murka, toh dia tetap dicari. Oleh karena itu sang sahabat tercintanya, Awe, fans beratnya, Mas Jaki, partner in crime-nya, Yogi, dan cinlok KKN Jailolo-nya, Andrea membuat kompetisi ini. Bermaksud memberi kesempatan untuk orang-orang yang pernah mengenal Dwi, menjadi korban di-bribik Dwi, sampai mereka yang mengagumi Dwi dari jauh- untuk memberikan kesan-kesan terbaiknya dengan hashtag #NostalDwi berupa gerakan #DWI48 yang revolusioner itu!

Kenapa DWI48? Ah tidak ada salahnya kan menggunakan istilah pop culture paling gres ini, siapa tau ada remaja penggemar idol group yang tertarik ikut kompetisi ini. Halah. Banyak cingcong saya, langsung yuk kita simak apa sih DWI48 dan segala tentang NostalDwi ini.

Nama Lombanya... adalah #NostalDwi. Artinya kamu wajib membubuhkan tagar itu plus #DWI48. Ini penting sepenting menggunakan #IndonesiaWantOneDirection.

Tujuannya. What else? Tentu buat mengenang kebaikan Dwi Kurniawan kepada nusa, bangsa, kampus, dan unit kegiatan mahasiswa.

Kompetisi ini berbentuk kuis di Twitter. Isi tweet mengenai interaksi dengan Dwi selama ini dalam kegiatan positif dan produktif, serta bagaimana Dwi mempengaruhi kehidupan Anda. Semua orang boleh mengirimkan sebanyak-banyaknya tweet, asalkan satu moment satu tweet. Got it?

Nggak usah khawatir soal kredibilitas juri kompetisi ini karena bakal langsung dinilai sama Yustan dan Ikrar yang udah teruji tahan hidup serumah dengan Dwi selama bertahun-tahun.

Lomba ini terbuka untuk umum, jurusan, fakultas, universitas, dan dari provinsi apapun. Asalkan pernah berinteraksi dengan Dwi Kurniawan.

Waktu pelaksanaannya: Kamis 23 Agustus 2012, mulai jam 20.00 WIB - 23.00 WIB
Jumat 24 Agustus 2012 jam 11.00 WIB - 14.00 WIB. Dan... Jumat di hari yang sama pada jam 20.00 WIB - 23.00 WIB

Sementara pengumuman bakal berlangsung Jumat 24 Agustus 2012 pada jam 23.00 WIB

Panitia, seperti yang diketahui adalah Awe DWI48 (@ardiwilda), Yogi DWI48 (@herwanayogi), Jaki DWI48 (@masjaki), Andrea DWI48 (@andreot) dan saya sendiri, Nadia DWI48 (@baiqnadia).


For your information, kami nggak pernah main-main dalam menggelar suatu kompetisi. Kompetisi ini berhadiah sebuah handphone trendy masa kini, tidak dipotong pajak, dan ongkos kirim ditanggung panitia. Serta dipermanis dengan sebuah kaos bertanda-tangan Dwi.

Patut dicoba, bukan?

Saya selalu berpikir, menyenangkan teman yang pernah membantu kita tidak akan sesulit itu. Cukup dengan jari kamu, kita bisa membuat Dwi mengingat moment terbaiknya. Syukur-syukur dalam menambah semangatnya buat segera lulus, dan manatau dia akan segera melepas masa jomblo menahunnya.

Lalalalalala. Now let's give a try for the quirkiest competition of the year!

Hail DWI48!

-Salam Nadia DWI48. 
Anggota yang diibaratkan bagai ranger pink di kepanitiaan ini, satu-satunya yang paling sibuk (liburan) di antara semua, penyuka segala macam makanan manis, cokelat jago, snack anak mas, dan tidak ragu untuk diajak balikan sama mantan (iki suratan hati tenaaaaannn).

Tuesday, June 26, 2012

Made My Day: Dialog Dini Hari (Music Video)

Membuat pagi ini, bahkan hari ini jadi lebih indah indah indaaaaahhhhhh!


Dialog Dini Hari - Satu Hati (Live at Joyland Festival 2012). 
Filmed and Edited by Arief Wahyudi. Courtesy: Youtube.


 Dialog Dini Hari - Lengkung Langit (Official Music Video)
Directed by: Aji Mahareshi | Edited by: Ridwan Rudianto
Courtesy: Youtube.




woo woo woo

Tuesday, June 19, 2012

Two Days of Fun Fun Fun: Joyland Festival 2012

Sabtu dan Minggu, 16 dan 17 juni 2012, kami, semua yang hadir di sana pasti merasakan hal yang sama. We're all shared the same joy! Saya mungkin menganggap festival musik ini terinspirasi dari venue "hijau" di Coachella Music Festival. Dengan HTM Rp. 50.000 per hari, kita bisa mendapatkan... 1. Sebuah CD kompilasi para performer di Joyland Fest. 2. Kalau niat bisa langsung mengamankan belasan majalah gratis dari para media partner, Rolling Stone dan Nylon Indonesia. Wowzaaaaa!

Begitu nyamannya mondar-mandir di sana selama dua hari. Boleh bawa teman, bawa anak, bawa anjing, bawa aja semuanya. Sulit menganggap acara di sana bukan di halaman belakang rumah. Pesta seru dengan orang-orang asing yang berpapasan dengan senyum. Homey. Salut buat G-production yang memilih hutan kecil di samping kolam renang Senayan ini, Swimming Park tak kiro beneran di pinggir kolam renang lho, hehehe.

Saya dan Starin sedikit tergopoh-gopoh di hari pertama, insiden kecil lantaran e-ticket, ribet menemukan lokasi venue, blabla, sedit menghambat. Sore itu kami melewatkan The Experience Brother dan setengah penampilan akustik Dialog Dini Hari. Yah... tapi band setelahnya kami jajal dengan sukses. Jarak antar Pohon stage (panggung besar) dan Sulur-sulur stage (panggung kecil) juga tidak seberapa jauh, mondar-mandir bukan masalah besar. Kami sempat makan dan beribadah di antara jeda magrib. Salah satu yang sedikit menyebalkan adalah masalah toilet yang emmm... (sedikit rewel ya kalau cewek?). Untungnya mushola sangat gampang diakses. Aman :)

Woits, hari pertama anggaplah sebagai pemanasan. Saya berhasil mendapatkan setlist pertama saya, Pure Saturday. Sedikit ngotot dan sempat adu cemberut sama wartawan Provoke yang mukanya familiar itu. Sukses, setlist yang dipersembahkan buat Mas Jaki, Pure People yang batal hadir hari itu. Berbakti ya saya? -_-

Hari kedua kami berangkat dengan lebih percaya diri dan persiapan yang lebih matang. Saya membawa backpack khusus untuk membawa setumpuk Rolling Stone Indonesia dan Nylon gratis yang disediakan panitia. HAHA~ Tapi lagi-lagi (kali ini karena saya yang telat) kami melewatkan penampilan pertama, Backwood Sun, dan cuma mendapatkan setengah jalan dongeng Pak Raden. Huhu. Next, penampilan band hair-metal (yang bukan buat lucu-lucuan), GRIBS, berhasil membangun mood saya. Woaaaaw! Mereka epic!

Weirdness dari GRIBS berhasil dinetralkan penampilan akustik sebelumnya, Tristan, band yang menurut saya sangat kalem. Lanjut saya dibuat geleng-geleng dengan performance Zeke Khaseli yang "heboh", lagi-lagi jenius! Si Boylien 9 No. 1 dan makhluk-makhluk berkostum menarik lainnya berkeliaran nggak cuma di panggung, sampai ikut duduk bareng penonton lain. Duh. Benar-benar sekumpulan musisi planet lain :p

Saya mendeklarasikan diri sebagai penyuka baru Dialog Dini Hari! YEAAA! Penampilan mereka di hari kedua ini hampir satu jam lamanya, pol banget kerennya. Sepertinya dimaksimalkan karena mereka sudah jauh-jauh datang dari Bali. Vokal Dadang SH Pranoto, si Jack Sparrow yang suaranya mau nggak mau mengingatkan sama Iwan Fals, penggebuk drum Denny Surya yang berbahaya, dan si bassist charming Brozio Orah adalah paket komplit yang bikin saya lupa daratan. Kecaduan "Oksigen", "Pagi" dan "Renovasi Otak" adalah efek baiknya setelah itu. Zizizi~

Benar-benar menyenangkan hari itu, saya membayar pinky promise saya buat menonton Stars and Rabbit langsung. Akhirnya! Sebuah keberuntungan bisa melihat bagaimana Mba Elda dan Adi selalu berdialog random di panggung, benar-benar membuat kaget karena di selanya mereka tampil ciamik dan menyihir. Hihi. Dasar dua orang wagu (aneh) yang jenius. Saya pun dapat setlist plus tanda tangan mereka. White Shoes and the Couples company yang tampil sebelumnya mengesankan seperti biasanya. Jadi sangat lucu waktu Oomleo (Goodnight Electric) naik ke panggung untuk berduet dengan Nona Sari. Lucu karena ekspresinya yang sok serius itu. Hahahahahaha, dodol! Gosip, sip, bulan depan Oomleo bakal melepas masa lajang. Selamat!

Okay, selain Pure Saturday, Efek Rumah Kaca mungkin jujur banget karena mereka mengaku super bosaaaaaaaaaannn menyanyikan lagu-lagu lama mereka. Beberapa lagu seperti, "Di Udara", "Hujan Jangan Marah", "Menjadi Indonesia", "Banyak Asap Di Sana", sampai "Jatuh Cinta Biasa Saja", dirombak sana-sini. Saya pasrah, musisi berhak bosan menyanyikan lagu mereka yang paling populer. Saya juga berhak mengernyitkan dahi melihat eksperimen mereka.

Hmm....
Akhirnya kami bisa bubar dengan sedikit tidak rela, besok nggak ada hari ketiga lagi ya?


Day 1
The Experience Brother | Dialog Dini Hari | Swimming Elephants | Luky Annash
L'Alphalpha | Polyester Embassy | Harlan | BRNDLS | Bangkutaman | Pure Saturday

Day 2
Backwood Sun | Pak Raden | GRIBS | Tristan | Zeke Khaseli
Dialog Dini Hari | Anda Perdana | White Shoes and The Couples Company
Stars and Rabbit | Efek Rumah Kaca
 










 
 
 

 



 






 
woo woo woo

*Bisa juga menyimak kesan-kesan teman saya, Starin, yang juga gesit punya di hari-hari joy kemarin. Di sini.

Tuesday, May 8, 2012

A Farewell to Miss Stripes Believer

Warning:
In the start, this page may cost you a puke... (but in the end... a rainbow puke, probably, haha).
This is a good bye story of my office mate. Read it carefully. 
But you should know first, this is not a sad story :p


Sampai sekarang saya nggak pernah benar-benar kenal dengannya, dear Miss Fashion Stylist. Media Friesna atau biasa kami teriakkan dengan, "MEMEDDDD" atau bisa juga terdengar semacam menyapa Remedy Walony, "Med, Med..." Orang yang sangat berbakat (Uhuk!) Dan seperti punya satu lemari berisi pakaian bermotif garis-garis. HAHA~

Kesan pertama, mungkin Media sedikit menyebalkan. Mungkin karena kami sama-sama cerewet, dan saya selalu kagok kalau dia sudah bicara panjang lebar tentang blablabla. Orang yang aneh. Yang selalu saya teror ketika saya bingung memilih outfit untuk narasumber saya, dan akhirnya dibantuin. Haha. Orang yang menawarkan pacarnya, seorang dosen muda, buat diliput Gogirl! (mungkin bagian ini dia bercanda). Orang yang menyukai Inggris dan Graham Coxon secara berlebihan, tapi saya benar-benar salut waktu dia menghilang selama dua minggu ke London dan tiba-tiba memeluk Coxon sebagai hadiah hari ulang tahunnya sendiri. Oh, no, no, no, no, no, she's damn sick!

Sekitar seminggu yang lalu, saya (seperti biasa) baru tau kalau Media akan resign dari kantor. Saya sempat kepo, dan mau tau kenapa, dan mau kemana tujuannya sehabis dua tahun lebih di sini. Tapi sepertinya memang paling afdol bertanya sendiri nanti, langsung ke sumbernya, sewaktu mengucap selamat menempuh petualangan baru.


If future is a choice. I'm sure you provide a step you can take to achieve a better version of it.

So this is my cheesy goodbye to you... a piece of nice old song from a German group, Sweetbox. "Everything's Gonna Be Alright" Med. Goodspeed!


 Courtesy by Youtube.










Photos Credits: Zaky, Papaw's Mac. Editing: Bunga, Nadia

*Semoga Media menemukan sendiri tulisan cheesy ini, kapan pun, kalau dia iseng googling namanya sendiri, mungkin. hihi~

woo woo woo

Friday, May 4, 2012

Bye Bye Platinum & Dewa Net

Nama             : Platinum*
Jenis usaha   : Internet cafe and game online center
Alamat            : Jl. Kaliurang KM. 4,5. Yogyakarta.

Nama             : Dewa Net
Jenis usaha   : Internet cafe and game online center
Alamat            : Jl. Monjali No. 52. Yogyakarta.


Kalau dibaca sekilas, dan mungkin terbaca oleh kita yang nggak pernah mendalami dunia per-warnet-an di Yogyakarta... Kedua warnet di atas mungkin cuma sebatas warnet biasa. Tapi, buat sebagian orang (termasuk saya, banget) kedua tempat ini adalah surga! Surga peradaban serial televisi dan film dari Amerika, Inggris, Korea, Jepang, sampai India. Seringnya unduhan yang tersedia malah selangkah lebih maju dari tayangan di TV Kabel dan bioskop. Gahul se-GAHUL-GAHUL-nya! T.O.P.

Makanya sampai waktu saya harus capcus dari Yogyakarta, salah satu tempat yang bikin kangen berat adalah warnet-warnet tadi. Balik liburan ke Jogja, saya selalu menyempatkan diri mampir ke bilik surga demi mengejar ketertinggalan episode serial-serial favorit saya. "Rampok rampok rampokkk file yang banyaaaakkkkkk! (Tiba-tiba kalap)". Ketergantungan itu sempat bikin saya kurang update kalau absen ke Jogja dalam waktu yang lama. Uuuuu....

Kenapa sih saya nggak download sendiri aja?
Jawabannya sederhana. Saya gaptek. Saya malas mencari solusi biar nggak gaptek tadi. Saya doyannya tinggal nyomot dan minta doang. Duh.

Akhirnya oase itu datang waktu tau rekan sesama reporter di kantor saya, Dhea**, adalah seorang "Ratu Bajak"! Dhea sudah seperti mas-mas Platinum yang hobinya download seharian. Kyaaaaa! Dhea keren sekali kalau sudah begitu x)

Nah nah di bawah supervisi Dhea dan dibantu Starin juga, saya diajari bagaimana mendapatkan serial-serial favorit tadi. Serta diberi tips men-download blablabla lewat berbagai link andalan yang dirahasiakan (halah, Indowebster aja rahasiaaaa). Kadang teman pecinta kucing itu udah sigap download duluan, dan tiba-tiba udah membagi hasilnya di folder saya. Wiiii... mengharukan.

Jadilah, sekarang saya hampir nggak pernah kelewatan episode terbaru New Girl, Glee, Gossip Girl, Modern Family, dan How I Met Your Mother. Cuma belum kesampaian aja mengoleksi Big Bang Theory dan Mad Men. Agak takut nih, lama-lama saya bisa menjelma jadi Putri Bajak beneran, hihi...

Bye bye Platinum, Dewa Net. Sekarang kita sambut Dhea Net! HAHAHA~




*Bukan postingan berbayar lho ini...
**Dhea bukan nama yang disamarkan, memang begitu adanya.

woo woo woo

Thursday, May 3, 2012

Lucky Luke

"I'm a poor lonesome cowboy, and a long way from home..."


Secuplik jargon khas tadi adalah yang biasa diucapkan Lucky Luke sambil menunggang kuda setianya, Jolly Jumper. Catatan: selalu diucapkan sambil menuju arah matahari terbenam. 

Tadda! Sangat random karena saya tiba-tiba ingat pada sosok samar yang pernah saya tonton serial kartunnya di tiap minggu pagi dulu. Seorang cowboy easy going yang hidup di era Wild West America. Tokoh ciptaan kartunis Belgia, Maurice De Bevere, ini nggak bisa absen dari bentrok dengan musuh bebuyutannya, The Dalton Brothers. Haha, semacam Donald Duck dan Gerombolan Si Berat yang tak bakal akur sampai kiamat. Epic! Serial kartun tentang kepahlawanan secara sederhana.

Satu lagi yang saya suka. Lucky Luke itu ganteng walau cuma menghisap jerami kering. Sayang banget, saya nggak 100% sadar buat mengikuti tiap jalan ceritanya dulu. Sampai sekarang saya masih berharap punya tambahan waktu buat menelusuri sedikit demi sedikit cuplikan kartunnya di Youtube atau dimanapun. Duh. Pasti seasyik melihat cerita Woody di Toy Story ya...

Yeaaa... at least I know one of what he's best at... he can shoot faster than his shadows! Go go Lucky Luke!

Had so much good time with Jolly, Luke?

The Dalton Brothers, ha?


Image courtesy of this


woo woo woo

Friday, January 27, 2012

Joan Jett All The Time

Beberapa hari ini saya keranjingan "Bad Reputation" yang jadi soundtrack-nya Freaks and Geeks. Honestly,  saya baru aja menyadari kalau "Bad Reputation" tadi, "I Love Rock n Roll" dan "Do You Want to Touch" ternyata lagu-lagunya Joan Jett. Hahahahaha.. Padahal beberapa waktu kemarin saya udah pernah denger kalau Kristen Stewart memerankan sosok lady rocker ini di film terbarunya, The Runaways (2010). Cuma nggak ngeh aja kalo itu si Joan Jett. Hmmmppphhh...

She's the first female rocker to succeed in traditionally male territory, by the way. Joan with her band, The Runaways, with her solo career, and her latest project: Joan Jett and The Blackhearts, is totally a bomb!

She may sing "I Love Rock 'n' Roll," but the real message of her life story is that she lived rock and roll, and still does every day.

\m/






"When people said to me, "Girls can't play rock 'n' roll," I'm like, What are you saying? Girls can't master the instrument? I'm in class with girls playing cello, violin, piano, Beethoven, Bach. You're telling me they can't play guitar?"

 "Partly, I like a bad reputation. But I also want a reputation of being a good person."

 "When the Runaways broke up, I didn't know what I wanted to do. A breakup is like losing a very good friend. It's like a death."


"The sun, the smoking and drinking — I avoid them. I have friends the same age as me who do those things, and it's a whole different deal."


 "If you're a woman who doesn't wear a dress, you are gonna take shit. If you're a woman who doesn't wear a dress and shaves her head, forget about it."


"I like the way black looks. I think I look better in darker clothes. And maybe the fact that I wear black so much makes me more aware of putting people at ease. The black is sort of the bad-guy guise, so I work overtime to make people comfortable."



"Pop music is not a threatening style of music. It's music that says, Take me for what you will. Rock 'n' roll says, You're mine, motherf*cker"

"I was Mike Tyson's wake-up call for several fights — he would have me call him on the morning of a fight. He was so sweet to me."

 "Well, I found Kristen (Steward) to be through and through totally professional and just great to be around. I found us to be really, scarily similar, just in our physicality, the way we move through space. When we were hanging out together on set (The Runaways), it was like I had a mirror image. Even just sitting around, we'd do the same thing at the same time. It was just great-and it wasn't creepy. It was wonderfully special."

Joan Jett - Bad Reputation



* Joan Jett's original interview from Esquire and Interview Magazine
** Photos from Google