Wednesday, December 28, 2011

Person of The Year 2011*: Pythagora Yuliana

I wonder what life would have been simpler if I never never met her, Pythagora Yuliana Purwanti. A hysteric best friend. Hehehe... A married woman. Soon to be a mother. Aamiin.


Pertemuan pertama saya dengan Pipit mungkin sedikit absurd. Semester satu, tahun 2006. Dia cerewet banget, bahkan saya yang katanya cerewet sekalipun sempat Pipit adalah orang yang mengajak saya mengobrol dalam bahasa Jawa selama hampir setengah jam. Saya cuma diam, sampai akhirnya dia menanyakan darimana saya berasal. Hahahahahaa... kami tertawa panjang setelah itu. Dia kemudian menawarkan makan pempek bersama. Lama kelamaan berani komplain sama kata ganti "saya" yang sebelumnya saya gunakan.

Perempuan yang memiliki kriteria menantu masa depan, "harus Jawa tulen" ini memang selalu menjejali saya dengan ke-Jawa-annya. Sesekali dia rasis pada suku Sasak (ehem, sedikit masalah pribadi sama seseorang dari suku yang sama ya, Pyt? :p). Saya dan Pipit menjadi akrab karena segudang perbedaan, yep, kami sangaaaaattt berbeda. Kata orang-orang satu-satunya persamaan di antara kami cuma dari segi kehebohan bercerita.

Oleh Pipit saya dicekoki bahwa dunia ini kejam. Sekaligus indah, menantang, dan ada mimpi di sana. Pipit adalah juaranya bagian negative thinking, hihi, bukan dalam artian buruk seluruhnya. Dia sebenarnya selalu mengingatkan saya untuk realistis. Ambil kesempatan yang ada, jangan berharap yang neko-neko (macam-macam). Jawa banget pokoknya. Pipit juga mengajari kalau kita nggak boleh berhenti bersyukur, di titik serendah apapun kita berada. Selalu ada yang harus disyukuri, dan pastinya diperjuangkan.

Hidup saya mungkin akan sangat datar tanpa teman-teman yang beragam. Terutama si realistis yang satu itu, yang menyeimbangkan khayalan saya, untuk balik lagi menapak tanah realitas. Sadar woi sadar! Terima kasih. Saya mau kami menjadi sahabat sampai tua, sampai naik, sampai turun, sampai naik lagi. Sampai roda hidup berhenti berputar. Dan kalau misalnya, sekarang kita agak tidak nyambung karena Pipit baru saja menikah dan sibuk bicara soal suami dan hidup berumah tangga. Percayalah beberapa tahun lagi saya bakal nyambung dan menimpali keluhan-keluhannya.

Semoga tahun 2012, saya bisa punya dan sempat menjenguk si ponakan yang sehat dan lucu nanti.


Pipit di tahun 90'an. Haha. Kiddin'!**


*Selengkapnya tentang Person Of The Year, bisa dibaca di sini.
**Ini Pipit setelah di-make over Mba Esia. Foto: Temennya Mba Esia.